Aniaya Rekan Waria, Putri Dituntut 7 Bulan Hukuman Penjara

Abdurahman alias Putri di persidangan PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Abdurahman alias Putri (31), waria yang menganiaya temannya yang juga sesama waria, dalam sidang, Rabu (30/10/2019) dituntut hukuman 7 bulan penjara.

Jaksa penuntut umum (JPU) GA Surya Yunita dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Esthar Oktavi menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP. “Menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan, memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 7 bulan,” tegas jaksa Kejari Denpasar itu.

Mendengar tuntutan itu, terdakwa langsung memeluk korban yang selalu hadir dalam setiap persidangan. Tak hanya itu, ruang sidang pun penuh dengan rekan-rekan terdakwa maupun korban yang juga waria.

“Saya mohon keringanan hukuman yang mulia,” mohon terdakwa sambil terisak menahan tangisnya. “Ya sudah, sidang kita tutup dan dibuka lagi minggu depan dengan agenda putusan ya,” kata Hakim Esthar.

Sepeti diketahui, kasus penganiayaan yang menyeret terdakwa ini terjadi pada Kamis (8/8) pukul 04.20 bertempat di Jalan Teuku Umar Barat sebelah barat Hotel Princes, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat.

Saat itu korban Lisa sedang duduk di atas motor dan mengobrol dengan teman warianya. Tiba-tiba datang terdakwa menyuruh korban bubar. “Kenapa saya dibubarkan?” tanya korban.

Bukannya memberi penjelasan, terdakwa malah marah. Terdakwa kelahiran Bima, NTB, langsung memukul korban ke arah wajah dengan menggunakan tangannya sebanyak dua kali dan meludahi wajah korban.

Saat itu korban berusaha membela diri melemparkan helm ke arah terdakwa. Tetapi, terdakwa menjadi tambah emosi. “Terdakwa menjambak rambut dan menarik rambut korban dengan kedua tangannya hingga korban jatuh ke tanah,” beber JPU Yunita.

BACA JUGA:  Pagi-pagi Jambret HP, Pria Jember Ditangkap

Selanjutnya saksi menjambak dan memutar rambut korban. Merasa kesakitan, korban berusaha melepaskan pegangan jambakan terdakwa. Namun terdakwa dengan sigap memelintir tangan korban hingga pergelangan tangan korban sakit.

Kemudian datanglah tiga korban Moch. Ali Murdani alias Denis; Heru Mustafa alias Ruka; dan Bambang Sutomo alias Dina melerai pertengkaran. Setelah berhasil dilerai kemudian korban melapor petugas kepolisian.

“Akibat kejadian tersebut korban Lisa mengalami luka-luka lecet dan memar pada dagu, kedua lututnya, bengkak pergelangan tangan,” kata jaksa dalam dakwaan.

(31), waria yang menganiaya temannya yang juga sesama waria, dalam sidang, Rabu (30/10/2019) dituntut hukuman 7 bulan penjara.

Jaksa penuntut umum (JPU) GA Surya Yunita dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Esthar Oktavi menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP. “Menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan, memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 7 bulan,” tegas jaksa Kejari Denpasar itu.

Mendengar tuntutan itu, terdakwa langsung memeluk korban yang selalu hadir dalam setiap persidangan. Tak hanya itu, ruang sidang pun penuh dengan rekan-rekan terdakwa maupun korban yang juga waria.

“Saya mohon keringanan hukuman yang mulia,” mohon terdakwa sambil terisak menahan tangisnya. “Ya sudah, sidang kita tutup dan dibuka lagi minggu depan dengan agenda putusan ya,” kata Hakim Esthar.

Sepeti diketahui, kasus penganiayaan yang menyeret terdakwa ini terjadi pada Kamis (8/8) pukul 04.20 bertempat di Jalan Teuku Umar Barat sebelah barat Hotel Princes, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat.

Saat itu korban Lisa sedang duduk di atas motor dan mengobrol dengan teman warianya. Tiba-tiba datang terdakwa menyuruh korban bubar. “Kenapa saya dibubarkan?” tanya korban.

BACA JUGA:  Polda Bali Bekuk Pengedar 18 Paket Sabu dan 100 Butir Ekstasi

Bukannya memberi penjelasan, terdakwa malah marah. Terdakwa kelahiran Bima, NTB, langsung memukul korban ke arah wajah dengan menggunakan tangannya sebanyak dua kali dan meludahi wajah korban.

Saat itu korban berusaha membela diri melemparkan helm ke arah terdakwa. Tetapi, terdakwa menjadi tambah emosi. “Terdakwa menjambak rambut dan menarik rambut korban dengan kedua tangannya hingga korban jatuh ke tanah,” beber JPU Yunita.

Selanjutnya saksi menjambak dan memutar rambut korban. Merasa kesakitan, korban berusaha melepaskan pegangan jambakan terdakwa. Namun terdakwa dengan sigap memelintir tangan korban hingga pergelangan tangan korban sakit.

Kemudian datanglah tiga rekan korban, yaitu Moch. Ali Murdani alias Denis, Heru Mustafa alias Ruka dan Bambang Sutomo alias Dina melerai pertengkaran. Setelah berhasil dilerai kemudian korban melapor petugas kepolisian.

“Akibat kejadian tersebut korban Lisa mengalami luka-luka lecet dan memar pada dagu, kedua lututnya, bengkak pergelangan tangan,” kata jaksa dalam dakwaan. (sar)