Mohon Hujan untuk Atasi Kekeringan, BPBD Bali Gelar Mitigasi Spiritual

Lahan kering akibat musim kemarau berkepanjangan.

Beritabalionline.com – Musim kemarau yang bekepanjangan telah mengakibatkan sejumlah wilayah di Bali  mengalami kekeringan. Bersamaan dengan itu, volume air di sejumlah aliran sungai mulai menyusut dan sumur-sumur tanah galian milik warga juga mengering.

Untuk mencegah kondisi menjadi bertambah parah, pihak BPBD Provinsi Bali mengambil inisiatif untuk memohon turunnya hujan dari Sang Maha Kuasa dengan menggelar upacara yang disebut ‘Mitigasi Spiritual’.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin I ketika dihubungi di Denpasar, Selasa (28/10/2019), membenarkan bahwa pihaknya pada Senin (28/10/2019) kemarin  melakukan doa dan persembahyangan bersama guna memohon keselamatan dan turunnya hujan.

“Kita lakukan itu (doa bersama) kemarin berkenaan dengan Rahina Suci Tilem Kapat. Kami seluruh personel BPBD Provinsi Bali melaksanakan prosesi persembahyangan bersama, ngaturang upakara daksina pejati, durmengala dan prayascita,” kata dia.

Persembahyangan tersebut merupakan bagian dari upaya niskala yang umat manusia lakukan, dengan keyakinan yang kuat bahwa Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan mengabulkan doa dan permohonan umatnya.

“Mitigasi Spiritual adalah memohon agar segera turun hujan. Selesai sembahyang, dilakukan nunas tirta dan memercikan (nyiratang) tirta suci ke seluruh penjuru di areal kantor BPBD Provinsi Bali di Denpasar, mewakili seluruh penjuru Pulau Bali,” katanya, menjelaskan.

Tirta suci yang dipercikkan itu berasal dari gabungan beberapa pura, antara lain Pura Luhur Besakih, Pura Pengubengan, dan Pura Tirta Pingit. (tra)

BACA JUGA:  Berlangsung Sederhana, Syukuran Hari Jadi Polwan Dipimpin Kapolri secara Virtual