Hingga September 2019, Inflasi Bali di Bawah Nasional

 

Wagub Cok Ace (dua dari kiri)  didampingi Sekda Dewa Indra dalam acara ‘High Level Meeting’ Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan, hingga September 2019, inflasi tahunan Bali masih berada di bawah inflasi nasional.

Namun demikian, perlu dicermati adanya fluktuasi komoditas yang selalu mengalami kenaikan di triwulan IV seperti beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, daging babi serta ayam dan telur.

“Selain itu, perlu diwaspadai tarif angkutan udara terkait lonjakan permintaan pada periode ‘peak season’ pariwisata,” demikian dikatakan Trisno Nugroho pada acara ‘High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Bali’, di Ruang Tirta Empul, Kantor Bank Indonesia di Denpasar, Selasa (29/10).

Seiring dengan itu, TPID mengambil sikap dalam pengendalian inflasi jangka pendek untuk triwulan IV 2019, di antaranya pelaksanaan program pengendalian inflasi sesuai kewenangan masing-masing OPD.

Dikatakan, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak berbelanja berlebihan, serta perlunya dilaksankan pasar murah dengan menyediakan komoditas yang sering muncul sebagai penyumbang inflasi seperti bawang, cabai dan daging.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) yang hadir pada acara tersebut, mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam menjaga kestabilan harga barang menjelang Hari Natal dan tahun baru yang akan datang.

Lebih jauh Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa tingkat inflasi Bali tercatat sebesar 2,54% lebih rendah dibandingkan dengan nasional, sebesar 3,39%.

Menjelang Natal dan tahun baru kebutuhan terhadap bahan pangan akan meningkat, dan hal ini harus diantisipasi semua pihak agar tidak mendorong terjadinya peningkatan terhadap inflasi, ucapnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Provinsi Bali telah menyusun beberapa langkah, di antaranya perlunya koordinasi dan sinergisitas dari seluruh pihak terkait guna menjaga kestabilan harga, peningkatan jangkauan sumber produksi pertanian, penyediaan sistem pergudangan serta ‘cold storage’ untuk menjaga ketersediaan pasokan sepanjang tahun serta menghadapi panen raya dan masa paceklik. (tra)