Buntut Penutupan Akses TPA Suwung, Gubernur Bali Gelar Pertemuan dengan Tokoh Masyarakat Pesanggaran

Truk pengangkut sampah berjajar di sepanjang jalan menuju TPA Suwung. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Akses masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarbagita Suwung Denpasar ditutup oleh pihak Kelian Banjar dan Pecalang Desa Pesanggaran. Kondisi tersebut membuat truk pengangkut sampah dari Denpasar dan sekitarnya tidak bisa membuang sampah seperti biasanya.

“Ini tentu bukan kabar yang bagus karena masalah penutupan bisa melebar kemana-mana,” kata Gubernur Bali I Wayan Koster kepada awak media di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Selasa (29/10/2019) malam.

Pascapenutupan TPA Sarbagita Suwung yang berlangsung sejak 3 hari lalu, Gubernur Bali kemudian mengadakan pertemuan dengan Kelian Banjar Pesanggaran, Bendesa Adat Pedungan, Pecalang serta tokoh masyarakat Banjar Pesanggaran.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara ini, Koster mengaku langsung mengambil langkah-langkah konkret guna menyudahi persoalan terkait TPA Suwung yang kini tengah dipermasalahkan warga.

“Hal ini dilakukan guna menanggapi polemik terkait permasalahan pembuangan sampah di TPA Suwung yang sempat mendapat protes, dan berakhir dengan penutupan akses masuk TPA Suwung oleh pihak desa adat Pesanggaran dalam beberapa hari terakhir ini,” ucapnya.

Usai pertemuan dilanjutkan dengan meninjau TPA Suwung untuk melihat permasalahan secara riil. Kunjungan itu mendapat apresiasi dari pihak Desa Pesanggaran dan para pecalang yang langsung membuka blokade dan mengizinkan truk-truk pembawa sampah melanjutkan pembuangan.

“Permasalahan sampah memang sangat sensitif, tidak menyalahkan juga masyarakat di sana terganggu terutama terhadap permasalahan baunya. Untuk itu, harus segera ditangani,” kata Gubernur.

“Terkait pemblokiran akses, kita juga sudah bertemu dan meninjau langsung, yang kami harapkan jangan sampai terjadi aksi serupa terulang kembali, agar tidak mengganggu kondisi Bali yang lebih luas. Kami konsisten akan menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Koster.

BACA JUGA:  Kapolda Bali Pantau Arus Lalu lintas Melalui Udara

Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Made Teja saat ditanya terkait penutupan akses ke TPA Suwung oleh pihak desa Pesanggaran mengatakan, penutupan tersebut merupakan buntut kekesalan masyarakat.

“Di TPA sering terbakar, yang kemudian asap dan baunya mengganggu warga di sana. Mereka juga pernah minta solusi, namun dari tahun 1985 sampai sekarang tidak ada penyelesaian. Kemungkinan itu yang menjadi persoalan,” jelasnya. (agw)