Berkas Lengkap, Oknum PNS Penerima Suap dari Pengusaha Dilimpahkan ke Kejaksaan

Oknum PNS DLHK Kota Denpasar beserta barang bukti yang diamankan petugas. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi dengan tersangka Kasi Pengkajian Dampak di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Wayan Kariana ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

“Kasus ini menjerat tiga orang tersangka, dan yang dua orang tersangka sudah kita limpahkan ke Kejari Denpasar. Hari ini saudara Wayan kita serahkan ke Kejaksaan,” terang Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Selasa (29/10/2019) di Mapolresta Denpasar.

Kasus ini bermula ketika Wayan Kariana selaku selaku Ketua Tim Pengendalian Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Kota Denpasar mendatangi PT. Sinar Wahyu Putra Transport di Jalan Tukad Badung No. 111 X Renon, Denpasar Selatan.

Kedatangan tersangka untuk melakukan pemeriksaan dokumen serta peninjauan lokasi perusahaan tersebut. Saat itu tersangka mengatakan bahwa banyak temuan dan koreksi yang harus dilengkapi.

“Di sana tersangka sempat mengatakan, “yang penting sama-sama mengertilah”,” ucap Kasat Reskrim menirukan perkataan Wayan Kariana.

Mendengar perkataan tersangka, Dewa Putu AB dari pihak PT. SWPT kemudian memberikan sebuah amplop berisi sejumlah uang karena khawatir permohonan rekomendasi UKL-UPL yang diajukan akan dihambat dan dipersulit oleh tersangka.

Beberapa jam sebelumnya, tersangka juga melakukan hal yang sama terhadap PT. Sari Melati Kencana yang hendak mengurus izin. Sehingga pihak PT. SMK melalui I Gusti Ayu P, menyerahkan amplop berisi uang Rp1 juta di Restoran Pizza Hut di Jalan Bay Pass Ngurah Rai nomor 15 Sanur, Denpasar Selatan.

Tim Penindakan UPP Saber Pungli Kota Denpasar yang sebelumnya telah menerima laporan kemudian menangkap tersangka di seputaran Jalan Tukad Badung, Denpasar Selatan, Kamis (11/7/2019) sekitar pukul 13.00 WITA.

Guna pengembangan, tersangka yang telah menjabat sebagai Kasi Pengkajian Dampak di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar selama tiga tahun ini kemudian digiring ke rumahnya di Jalan Ikan Piranha II nomor 2A Sesetan, Denpasar Selatan.

Di sana ditemukan dokumen-dokumen, barang lain berupa tas ransel serta uang di beberapa amplop dan di tas tersangka sekitar Rp17 juta. Selain barang di atas, polisi juga mengamankan sebuah mobil Toyota Avanza plat merah dengan nomor polisi DK 1227 A.

“Saat ini belum ditemukan indikasi keterlibatan pimpinan yang bersangkutan di Dinas DLHK. Tersangka mengaku semuanya dilakukan atas inisiatif sendiri,” beber Kasat. (agw)