Tiga Hari Operasi Zebra, Polisi Tindak 546 Pelanggar

Wakasat Lantas Polresta Denpasar memeriksa surat kendaraan. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kasus pelanggaran lalu lintas di Denpasar meningkat drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Satuan Lalulintas Polresta Denpasar menyebut angka pelanggaran naik hingga 400 persen.

“Pelanggar lalulintas tertinggi pengendara sepeda motor,” terang Wakasat Lantas Polresta Denpasar Iptu Kanisius Franata, Sabtu (26/10/2019) di Denpasar.

Wakasat Lantas mengatakan, selama tiga hari menggelar Operasi Zebra sejak tanggal 23 Oktober 2019, pihaknya telah menindak sebanyak 546 orang pelanggar.

“Kebanyakan pelanggaran berupa tidak melengkapi surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK, kemudian tidak memakai helm, disusul melawan arus dan berkendara menggunakan headset,” jelasnya.

Untuk wilayah rawan pelanggaran, Iptu Kanisius menyebut yaitu di Jalan Raya Sesetan hingga Jalan Pulau Moyo, Denpasar Selatan, kemudian Jalan Gunung Agung hingga Jalan Setia Budi, Denpasar Barat.

Sebelumnya, Jumat (25/10/2019) pagi Satlantas Polresta Denpasar menggelar Operasi Zebra di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar Barat. Malam hari, razia dilanjutkan di Jalan Mahendradata, Denpasar.

Meski operasi hanya berlangsung sekitar 1 jam, petugas menindak sebanyak 51 orang pengendara sepeda motor karena tidak melengkapi surat-surat, surat kendaraan belum di Samsat, serta berkendara tidak mengenakan helm.

“Kami ada kebijakan, kalau surat-surat kendaraan ketinggalan, masyarakat kita suruh untuk mengambil. Kalau tidak bisa, kendaraan dibawa ke Mapolresta. Kemudian mereka tetap kita tilang karena telah melakukan pelanggaran yang pertama,” ucap Wakasat Lantas. (agw)

BACA JUGA:  Puluhan Pekerja Pariwisata Korban PHK Demo di Depan Kantor Gubernur Bali