Tipu Pembeli Villa, Bos Properti Dijebloskan ke Rutan Polda Bali

Lukas Pattinasarany kenakan baju tahanan sebelum dimasukkan ke sel. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali menetapkan pemilik PT Anaya Graha Abadi, Lukas Pattinasarany (44) sebagai tersangka karena diduga terlibat kasus mafia properti.

“Yang bersangkutan langsung dilakukan penahanan di Rutan Mapolda Bali,” ucap Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Kamis (24/10/2019) di Denpasar.

Kasus yang menjerat developer pembangunan Villa Anaya Pecatu ini berawal dari keinginan korban bernama Eka Harsana (28) memiliki villa di daerah Pecatu, Kuta Selatan, Badung.

Singkat cerita, sekitar bulan Mei 2017, ia dihubungi oleh Liliek Setianingsih Soetjipto selaku Lead Marketing Perumahan Anaya Village Pecatu.

Kemudian, Sabtu (20/5/2017) korban diminta untuk menghadiri undangan launching sekaligus bertemu dengan Lukas untuk menerima brosur perumahan yang akan dibangun dengan harga Rp1,125 miliar per unit.

“Setelah melihat brosur, korban membeli dua unit villa dan sudah membayar uang DP sebesar Rp387,5 juta,” jelas Kabid Humas.

Pada tanggal 27 Juli 2019, tersangka menghubungi dan meminta korban agar datang ke PT Anaya Graha Abadi untuk penandatanganan perikatan jual beli dihadapan notaris I Wayan Suwitrayasa, S.H., M.Kn.

Penasaran dengan villa yang dibelinya, tanggal 17 September 2018, korban mengecek lokasi pembangunan villa tersebut. Tiba di lokasi, korban terkejut karena di sana tidak ada aktivitas pembangunan seperti yang dijanjikan tersangka.

Atas kejadian tersebut, korban yang mengalami kerugian sebesar Rp387,5 juta langsung melaporkan kasus yang dialaminya ke Ditreskrimum Polda Bali.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan bukti permulaan yang cukup, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali menetapkan Lukas sebagai tersangka dan langsung dijebloskan ke Rutan Polda Bali, Rabu (23/10/2019). (agw)