Tersinggung Postingan di Facebook, Suami Tikam Istri dengan Sangkur

Pelaku penikaman saat diamankan di Mapolresta Denpasar. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kasus kekerasan dalam rumah tangga terjadi. Wanita muda bernama Ni Gusti Ayu Serasih (21) nyaris meregang nyawa usai ditikam menggunakan sangkur oleh suaminya bernama I Ketut Gede Ariasta (23).

“Korban dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis karena mengalami dua luka tusuk di rusuk kanan dan punggung,” terang Wakasat Reskrim Polresta Denpasar AKP I Nyoman Darsana, Selasa (22/10/2019) di Mapolresta Denpasar.

Wakasat Reskrim menuturkan, kasus penganiayaan berawal dari postingan korban di facebook, Rabu (16/10/2019). Saat itu korban menulis ‘dimana-mana kalau sudah janda pasti bening lagi karena doinya lebih fokus ngurus badan dan tanpa ngurus anak lagi. Pas jadi bini dibilang dekil, kusut dan kisut itu karena efek suami nggak ngasih uang dan waktu lebih untuk ngurus istri (dengan tanda emoji ketawa)’.

Postingan korban dibaca oleh pelaku yang kemudian mendatangi kos korban di Jalan Gunung Sanghyang nomor 124, Padangsambian, Denpasar Barat, Kamis (17/10/2019) sekitar pukul 01.20 WITA dini hari.

Di sana korban tidak mau membuka pintu kamar sembari mengatakan bahwa antara mereka sudah tidak ada hubungan lagi. Lantaran sudah emosi, pelaku mendobrak pintu kamar kos korban. Cek-cok terjadi, pelaku lalu mengeluarkan sangkur dari tasnya dan langsung menusuk korban.

Korban tumbang ke lantai kamar dengan bersimbah darah. Sadisnya, pelaku juga mengunci pintu kamar kos korban dan langsung pergi. Beruntung tetangga kos korban mendengar suara minta tolong dan membawanya ke rumah sakit.

Barang bukti yang diamankan petugas. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Polisi yang menerima laporan mendatangi TKP dan meminta keterangan korban. Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai sopir travel ini akhirnya dibekuk, Kamis (17/10/2019) sekitar pukul 16.00 WITA di Jalan Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupayen Karangasem.

BACA JUGA:  Todongkan Pedang, Pelaku Perampokan SPBU Bawa Kabur Uang Rp10 Juta

“Pisau yang digunakan menusuk korban dibeli pelaku di Lumajang, Jawa Timur. Pisau tersebut selalu dibawa kemana-mana oleh pelaku,” terang Wakasat Reskrim.

AKP Nyoman Darsana yang didampingi Kanit PPA AKP Josina Lambiombir menjelaskan, motif pelaku menusuk korban karena tersinggung atas postingan korban di facebook.

Dikatakan pula, pelaku dan korban menikah tahun 2015 dan dikaruniai dua orang anak laki-laki. Namun keduanya berpisah sejak bulan Juni 2019.

“Mereka bercerai secara adat sejak bulan Juni lalu karena pelaku kerap menganiaya korban. Meski berpisah, mereka kadang masih berkomunikasi. Sedangkan dua anaknya ikut orangtua tersangka,” jelas Wakasat Reskrim.

Pelaku dijerat pasal 44 Ayat (2) UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (P-KDRT) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (agw)