Terbukti Sembunyikan Buronan, Wanita Rusia Divonis 8 Bulan Penjara

Terdakwa Naira Khumaryan di Pengadilan Negeri Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Naira Khumaryan (37) WN Rusia yang diduga membantu menyembunyikan buronan terduga kasus perampokan Money Changer yang terjadi 19 Maret 2019 lalu di PT. Bali Maspintjinara AMC (BMC), pada Senin (21/10/2019) divonis 8 bulan penjara.

Vonis ini lebih ringan sebulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Ayu Citra Maya Sari.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan jaksa bahwa perbuatan terdakwa melanggar Pasal 221 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merahasiakan keberadaan pelaku tindak kejahatan dan menyediakan sarana untuk digunakan melakukan tindak pidana. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 8 bulan,” demikian vonis hakim.

Diketahui, terdakwa yang sebelumnya didakwa melakukan tindak pidana memberikan fasilitas dan membantu menyembunyikan, Maxim Bredikhin (DPO), Alexei Korothikh (meninggal saat dilakukan penangkapan), Giorgii Zhukov, Robert Huapt (sudah dituntut) dan Vitali (DPO) usai melakukan perampokan di money changer.

Atas putusan itu, baik terdakwa maupun jaksa sama-sama menyatakan menerima. “Kami menerima putusan ini yang mulia,” tegas jaksa Kejari Denpasar itu.

Sepeti diberitakan sebelumnya, terdakwa diadili karena diduga memberikan fasilitas, membantu, menyembunyikan, Maxim Bredikhin (DPO), Alexei Korothikh (meninggal saat dilakukan penangkapan), Giorgi Zhukov, Robert Huapt (diadili dalam perkara perampokan) dan Vitali (DPO) usai melakukan perampokan di money changer milik PT. Bali Maspintjinara AMC (BMC).

Terdakwa diduga terlibat karena mobil jenis Toyota Avanza DK 1792 BT yang digunakan para pelaku perampokan adalah mobil yang disewa oleh terdakwa bersama Alexei Korothikh dari saksi Anak Agung Ngurah Manik Puniatmaja di Jalan Pratama, Tanjung Benoa tanggal 19 Januari 2019.

BACA JUGA:  Karyawan Jasa Pengiriman Barang di Denpasar Digelandang ke Kantor Polisi

Sehari setelah para pelaku merampok money changer, Alexei Korothikh kembali ketempat tinggal terdakwa di Cottage Poppies II Jalan Poppies II.

“Saat itu terdakwa mengetahui bahwa mobil yang disewa bersama Alexei Korothikh dalam kedaan kaca pecah dan ada lubang dibagian pintu belakang mobil tersebut,“ terang jaksa dalam dakwaannya.

Diketahui, mobil yang disewa oleh terdakwa bersama Alexei Korothikh saat ini dijadikan barang bukti untuk perkara atas nama Giorgi Zhukov dan Robert Huapt yang persidangannya pun sudah sudah masuk pada agenda pemeriksaan terdakwa.

Giorgi Zhukov dan Robert Huapt didali karena diduga melakukan tindak pidana perampokan bersama Maxim Bredikhin (DPO), Alexei Korothikh (meninggal saat dilakukan penangkapan), dan Vitali (DPO) di money changer milik PT. Bali Maspintjinara AMC (BMC).

Saat penangkapan terhadap para pelaku itu, polisi berhasil mengamankan sebuah mobil jenis Toyota Avanza warta putih Nopol DK 1792 BT. Mobil yang disewa oleh Naira Khumaryan digunakan para pelaku saat melakukan perampokan. (sar)