Polresta Lakukan Patroli Gabungan Jelang Pilkel Serentak di Denpasar

Apel kesiapan pengamanan jelang Pemilihan Perbekel serentak di Kota Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Polresta Denpasar menggelar apel kesiapan pengamanan jelang pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak di Kota Denpasar yang akan berlangsung sepekan lagi yakni pada tanggal 27 Oktober 2019.

“Jumlah personel yang dilibatkan dalam pengamanan sebanyak 200 personel berasal dari Polresta Denpasar dan Polsek jajaran, TNI dan Sat Pol PP,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Senin (21/10/2019) di Mapolresta Denpasar.

Kapolresta menerangkan, apel gelar kesiapan yang dilaksanakan merupakan wujud kebersamaan dan sinergitas antara Polri, TNI serta Pemerintah Daerah.

Dikatakan, pemilihan perbekel serentak tahun 2019 menjadi tantangan untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan komitmen dalam melaksanakan tugas pengamanan agar pelaksanaan pemilihan perbekel dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Dalam pelaksanaan pemilihan perbekel serentak ini, agar selalu melakukan koordinasi, tetap menjaga soliditas dan mampu untuk mencegah serta menangkal setiap tantangan, gangguan maupun ancaman dari orang atau sekelompok orang yang ingin mengganggu jalannya proses demokrasi yang sudah berjalan dengan baik sampai saat ini,” papar Kapolresta.

Kombes Ruddi berpesan agar personel pengamanan tidak underestimate dengan memilih solusi yang benar, tepat dan akurat dalam penyelesaian masalah sehingga dapat menekan terjadinya konflik sosial.

“Selalu koordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah, pendekatan kepada para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh politik untuk menciptakan situasi yang sejuk dan damai,” ucapnya.

“Lakukan patroli sinergi antara TNI, Polri dan Sat Pol PP pada tempat-tempat pemilihan perbekel, memastikan jalur logistik aman sampai di TPS, serta melaksanakan kegiatan lain seperti pembinaan, sambang, penggalangan dan sebagainya,” pesan Kapolresta.

Pemilihan perbekel serentak di Kota Denpasar dilaksanakan di 588 TPS dari 23 desa dan kelurahan. Masa kampanye berlangsung tiga hari, 21-23 Oktober 2019. Kemudian masa tenang, 24-26 Oktober 2019. (agw)

BACA JUGA:  Gubernur Koster: Bali Bisa Jadi Etalase Penanganan Covid-19 di Indonesia