Bunuh Teman Sendiri, Pria Asal Sumba Divonis 10 Tahun Penjara

Terdakwa Damung Kalimandu alias Angga divonis 10 tahun penjara. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Damung Kalimandu alias Angga, pria asal Sumba, NTT yang membunuh temanya sendiri yang bernama Dominggus Dapa saat pesta ulang tahun, Senin (21/10/2019) divonis 10 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Majelis hakim pimpinan I Dewa Budi Watsara dalam amar putusannya menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 338 KUHP.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan, oleh karena itu menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun, ” tegas Hakim Budi Watsara dalam putusannya.

Atas vonis yang lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Admaja, terdakwa langsung menyatakan menerima. Smentara Jaksa Oka masih menyatakan pikir-pikir.

Diberitakan sebelumnya, kasus perkelahian yang berujung tewasnya Dominggus Dapa berawal saat terdakwa dan juga korban menghadiri acara ulang tahun di Pondok Mangga, Jalan Taman Pancing, pada Sabtu (29/7/2019) lalu.

Sebelum kejadian, terdakwa yang sudah dalam keadaan mabok, dihubungi temannya yang bernama Gerson Tenggela alias Sony untuk hadir di acara ulang tahunnya sekitar pukul 16.00 WITA.

“Terdakwa lalu menuju tempat ulang tahun yang disebut oleh Sony di Warung Pondok Mangga dengan menggunakan sepeda motor yang di dalam jok sepeda motornya sudah ada sebilah pisau,” sebut jaksa dalam dakwaan.

Setelah sampai di Warung Mangga, terdakwa sempat membantu mengatur bangku yang dipersiapkan untuk tamu undangan lainya yang k banyakan warga asal Sumba, NTT.

Singkat cerita, tamu lain datang sekitar pukul 20.00 WITA dan pesta pun dimulai dengan meminum minuman beralkohol sambil mendengarkan musik serta berjoget.

Tidak lama kemudian, terdakwa mendengar ada keributan yang melibatkan korban, Dominggus Dapa dan saksi Zoniber Bani Ate alias Soni. Terdakwa mendekat bermaksud untuk melerai keributan dengan membawa korban serta beberapa tamu lainya yang terlibat keributan.

BACA JUGA:  Kejaksaan Hentikan Pengusutan Kasus Pemotongan Dana Insentif Covid-19 di Diskes Badung

Namun korban bersama teman temannya tidak terima malah membuat suasana semakin memanas. Saksi Gerson yang mencoba melerai pun malah membuat suasana makin tak terkendali.

Saksi korban lalu mendekati terdakwa dan langsung memukul terdakwa. Melihat itu saksi Agustinus Tunna datang melerai. “Tapi pada saat melerai, tangan saksi Agustus mengenai wajah terdakwa sehingga terdakwa tidak terima dan marah,” terang jaksa.

Dengan emosi, terdakwa menuju parkiran sepeda motor dan mengambil pisau yang sebelumnya sudah ada di jok sepeda motor terdakwa dan mengejar saksi Agustinus serta korban Dominggus Dapa.

Saksi Agustus dan Dominggus Dapa sempat lari kearah jalan raya tapi tetap dikejar olah terdakwa. Pertama terdakwa berhasil melukai saksi Agustinus dibagian kaki dengan pisau. Terdakwa lalu mengejar dan menikam Dominggus Dapa dibagian punggung kanan sebanyak dua kali.

Tak hanya itu, terdakwa juga kembali menusuk korban Dominggus Dapa dibagian punggung sebelum kiri yang membuat korban sempoyongan dan terjatuh. “Terdakwa juga merusak sadel sepeda motor yang ada di parkiran,” ungkap jaksa. (sar)