Perumda Gianyar Bangkit, Tak Mau Ada Tunggakan

Ketut Dewi Mahetri menunjukan kondisi gudang produksi Perumda Gianyar.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Setelah lama tidak jalan sesuai harapan, bahkan ada unit yang bangkrut, Perumda Gianyar mulai bangkait menjalang akhir tahun 2019 ini. Di bawah Direktur Umum Ketut Dewi Mahetri yang baru dilantik, sedikit demi sedikit Perumda Gianyar mulai mendapatkan angin segar. Untuk tahun ini saja, Perumda Gianyar sudah mulai menyetor kurang lebih Rp 30 Juta ke PAD daerah.

Ditemui di ruang kerjanya Jumat (18/10/2019), Ketut Dewi Mahetri mengungkapkan, dulu semua unit yang ada dalam tubuh Perumda Gianyar tidak jalan tidak diurus serius, bahkan diisukan akan ditutup. Namun melalui program Bupati Gianyar, Perumda bisa bangkitkan kembali. “Bupati Inginkan perusahaan bisa berkembang kembali, dengan mengembangkan unit-unit usaha yang masih jalan, sementara yang bangkrut akan dicut,” ujarnya.

Perumda Gianyar yang dulunya bernama Perumda Madara Giri, saat ini memiliki tiga unit usaha yang bergerak di bidang percetakan, barang dan saja, serta kontruksi kontraktor. “Sementara unit usaha bengkel yang bangkrut distop, karena sudah tidak bisa jalan sesuai analisis yang dilakukan” jelas Dewi Mahetri.

Untuk sementara ini, fokus konsentrasi Perumda Gianyar ada pada tiga unit usaha tersebut, karena sudah ada kerj sama dengan Organisasi Prangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gianyar sejak Februari 2019.

Kerjasama yang dilakukan berupa wajib melakukan cetak pengadaan di Perumda Gianyar. Hal ini sudah Ditekankan kepada seluruh dinas melalui kadis. Persentase kerjsamanya 70% ke Perumda dan 30% bisa dilakukan di pihak lain.”Kita tidak boleh memonopoli semuanya,” imbuhnya.

Menariknya sebelum dirut baru menjabat, banyak OPD yang tidak ada bayar tagihan hingga tiga tahun lebih, “Hal-hal seperti ini yang membuat Perumda tidak jalan. Jadi saat saya mulai menjabat, saya terapkan aturan tidak boleh ada yang nunggak sampai lama. Maksimal triwulan, kita juga menghormati proses di OPD, namun jika kembali menunggak dengan waktu lama, saya yang turun menagihnya” ujar wanita asal Tampaksiring ini.

BACA JUGA:  Pemkot Denpasar Siapkan Hotel Bintang Tiga untuk Tenaga Medis Covid-19

Sementara selain percetaan dan pengadaan ada pula jasa servis perkantoran, relokasi pasar, untuk unit kontruksi selalu ikut tender, tapi lebih banyak ngambil PL (penunjukan langsung). Tujuan dilakukan kerjasama ini agar pendapatan daerah dari daerah untuk daerah.

Perumda ingin menyumbangkan PAD ke Pemkab. Sementara penyertaan modal awal dari Pemkab tahun lalu sebesar Rp 6,4 Milyar, tahun 2019 ini penyertaan Rp 3 Milyar. Tahun ini Perumda nyetor PAD sebasar kurang lebih Rp 30 Juta. Ditargekan tahun depan naik menjadi 50%. ”Kita tidak muluk-muluk dulu, kita target naik 50% saja dulu,” ujar Dewi Mahetri.

Rencana kedepan, Pemkab akan mensuport dengan penambahan modal. Sebagai modal pengembangan dan memperlancar perumda. Kini pun sedang melakukan menggodok untuk pemasaran air kemasan Tirta Sanjiwani yang akan diproduksi PDAM. Saat ini, Perumda Gianyar didukung 17 pegawai. Sementara untuk kontraktor pihak perumda memiliki rekanan pihak ketiga.

Dewi Mahetri menambahkan pihaknya bercita-cita unit percetakan perumda Gianyar bisa menjadi terbesar di wilayah timur. “Cita-cita saya percetakaan menjadi yang terbesar di wilayah timur dan beroprasi setiap hari hingga malam, nanti untuk wilayah timur semua akan cetak ke sini” pungkasnya.(yaw)