Coca-Cola Indonesia Berkolaborasi Cari Solusi Permasalahan Kemasan Plastik

Triyono Prijosoeisilo memberikan pemaparan pada acara bincang-bincang Plastic Reborn 2.0. (foto ; SAS/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Dalam mewujudkan World Without Waste, Coca-Cola bersama para mitranya terus berupaya untuk membantu mencari solusi terkait dengan permasalahan kemasan plastik.

Di Indonesia, Coca-Cola menerapkan visi World Without Waste melalui inisiatif ‘Plastic Reborn’ yang akan menjadi payung dalam berbagai inisiatif keberlanjutan dalam penanganan sampah plastik. Hal ini mengemuka dalam acara bincang-bincang ‘Plastic Reborn 2.0’ di Kanda Restaurant, Sanur, Denpasar, Jumat (18/10/2019) siang.

Triyono Prijosoesilo, Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia menjelaskan, di ‘Plastic Reborn 1.0’, pihaknya mempelajari bahwa dasar pengelolaan sampah yang berkelanjutan adalah pengumpulan limbah kemasan (waste collection) yang tepat dan harus dimulai dari pemilahan di rumah tangga.

“Ini yang menjadi kerangka utama dari Plastic Reborn 2.0 — sebuah program kolaborasi dari para startup penggiat sampah yang akan bersinergi untuk membangun ‘marketplace’ yang lebih efisien untuk sistem persampahan dan daur ulang. Plastic Reborn 2.0’ berorientasi pada penggunaan teknologi, dengan pendekatan unik akselerasi bisnis berbasis kemasan plastik pasca konsumsi,” terang Triyono.

Sementara Ahmad Zakky Habibie, Chief Operating Officer Ancora Foundation mengatakan, tidak mudah baginya  dan CCFI dalam menyeleksi proposal yang masuk dari para penggiat sampah di Indonesia. Setelah melalui beberapa tahap, kami memutuskan bahwa Clean Up, MallSampah dan Gringgo merupakan 3 (tiga) startup terpilih dengan proposal bisnis terbaik yang akan bersama-sama menjalankan kolaborasi di Plastic Reborn 2.0.

“Kami sangat bangga mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan Coca Cola Indonesia dan Ancora Foundation,” ungkapnya.

Pernyataan hampir senada juga disampaikan Febri Pratama Putra, Chief Technology Officer & Co-Founder Gringgo. Dikatakan, Plastoic Reborn 2.0 merupakan sebuah program yang sejalan dengan misi Gringgo, yaitu mengembangkan sayap bisnis ke wilayah Indonesia lain melalui kolaborasi.

BACA JUGA:  Bupati Letakkan Batu Pertama Pembangunan TPS3R Desa Adat Bonjaka

Febri berharap melalui program dan kolaborasi ini akan memperluas network serta membuka lebih banyak akses yang nantinya dapat mendukung Gringgo untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah darinya. (tra)