Halimah Tewas di TKP karena 10 Luka Tusukan Senjata Tajam

Pelaku beserta pisau yang digunakan menikam korban saat diamankan petugas. (foto : ist

Beritabalionline.com – Polisi masih memeriksa Rudianto (38) pelaku penikaman terhadap wanita bernama Halimah di halaman parkir Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISPOL) Wira Bhakti Denpasar. Korban akhirnya meninggal karena mengalami luka parah.

“Kemungkinan korban sudah meninggal dunia saat masih di TKP,” kata Kanit Resmob Satreskrim Polresta Denpasar Iptu Made Yudistira saat dikonfirmasi, Rabu (16/10/2019).

Dari hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit, korban mengalami kurang lebih sepuluh luka tusukan senjata tajam. Luka tersebut menyebar seperti di dada, paha, dan punggung korban.

“Pelaku mengaku hanya tiga kali menusuk, tapi dokter bilang lebih, sekitar sepuluh luka ditemukan,” terang Kanit Resmob.

Saat melakukan aksinya, pelaku dikatakan tidak dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol. Dari pemeriksaan awal, pelaku mengaku tega menusuk korban karena kesal.

“Korban merupakan istri pelaku, tapi informasinya, korban juga punya suami. Pelaku masih kita periksa di Polresta,” kata Iptu Made Yudistira.

Halimah dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis setelah ditikam menggunakan senjata tajam oleh Rudianto (38) di halaman parkir Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISPOL) Wira Bhakti Denpasar di Jalan Leli nomor 1, Kreneng, Denpasar Timur, Selasa (15/10/2019) sekitar pukul 19.45 WITA.

Salah satu saksi bernama Dodi Pande Setiawan (21) menerangkan, saat tengah duduk-duduk di halaman parkir STISPOL, ia melihat korban berlari menuju areal sekolah. Namun baru sampai gerbang sekolah, korban terjatuh. Ketika berusaha bangun, dari arah belakang datang pelaku menikam punggung korban sebanyak tiga kali.

“Saksi tidak berani memberikan pertolongan karena pelaku membawa senjata tajam,” jelas sumber.

Setelah korban tak berdaya, pelaku berusaha kabur. Namun niat pelaku berhasil digagalkan oleh masyarakat yang kebetulan mendengar suara teriakan korban. Pelaku kemudian ditangkap dan diserahkan ke polisi. (agw)