Pascapenangkapan Terduga Teroris di Bali, Pengamanan Bandara Ngurah Rai Berjalan Normal

Foto ilustrasi penangkapan teroris.

Beritabalionline.com – Situasi keamanan di Bali pasca penangkapan dua orang terduga teroris berinisial AT (45) dan ZAI (14) oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri masih normal. Penjagaan di obyek-obyek vital juga berlangsung seperti biasa.

“Untuk pengamanan area Bandara Ngurah Rai sudah sesuai dengan protap, mengingat Bandara Ngurah Rai adalah bandara internasional,” terang Kapolsek KP3 Bandara Ngurah Rai, Kompol Agung Raka Nugraha saat dihubungi, Minggu (13/10/2019).

Disinggung adanya pengetatan pengamanan di bandara yang juga menjadi salah satu pintu masuk ke Bali ini, Kompol Agung Raka Nugraha menegaskan hal itu tidak ada.

“Tidak ada pengetatan, protap pengamanan obyek vital yang kita terapkan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, AT dan ZAI ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Jumat (11/10/2019) dini hari di wilayah Jembrana. Sebelum ditangkap, bapak dan anak ini sudah diawasi pergerakannya oleh petugas.

“Pergerakanya sudah diikuti selama kurang lebih dari 2-3 bulan yang lalu, di mana keduanya ada keterkaitan dengan jaringan kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD),” kata sumber di lapangan, Sabtu (12/10/2019).

AT berbaiat kepada pimpinan kelompok radikal ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. AT juga mempunyai hubungan dekat dengan Abu Rara pelaku penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto. Mereka berada dalam satu grup WhatsApp “Menanti Al Mahdi”.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan, terduga AT sudah menyiapkan panah, Airsoft Gun dan sangkur yang diduga untuk amaliyah (melakukan aksi) teror di wilayah Bali.

“AT dan ZAI ditengarai akan melakukan perlawanan jika sewaktu-waktu ditangkap petugas. Selain itu, keduanya juga berencana membuang handphone dan laptop ke dalam air untuk menghilangkan barang bukti. Keduanya saat ini masih menjalani pemeriksaan,” kata Kabid Humas. (agw)

BACA JUGA:  Pemkab Tabanan Raih WTP untuk Keenam Kalinya Secara Berturut