Edarkan Hasish, Warga Rusia Terancam 20 Tahun Penjara

Kapolresta Denpasar menunjukkan bb milik tersangka. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Warga negara Rusia bernama Andrew Ayer (31) diringkus Sat Resnarkoba Polresta Denpasar karena kedapatan mengedarkan narkoba jenis hasish di Shisa Café di Jalan Sunset Road nomor 99, Kuta, Badung.

“Tersangka merupakan jaringan pengedar narkoba lintas negara. Dari tangan tersangka kita amankan barang bukti enam paket plastik berisi 521,11 gram hasish,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat ekspose kasus, Selasa (8/10/2019) di Mapolresta Denpasar.

Untuk mengungkap kasus ini, petugas butuh waktu kurang lebih satu minggu pasca menerima informasi dari masyarakat bahwa ada orang asing mengedarkan hasish kepada sesama warga asing. Pria beralamat tinggal di Jalan Pantai Brawa nomor 41, Banjar Plambingan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung ini akhrinya dibekuk di Shisa Café, Selasa (1/10/2019) sekitar pukul 22.00 WITA.

Kepada petugas, tersangka yang sudah tiga kali datang ke Bali sepanjang 2019 ini mengaku memperoleh barang dengan cara memesan melalui website GIDRA.RU. Oleh pemilik barang yang tidak diketahui keberadaannya tersebut, tersangka diarahkan mengambil di sebuah tempat.

Dari keterangan tersangka yang masuk ke Bali menggunakan visa liburan ini, ia sudah enam kali mengambil hasish melalui tempelan di daerah Canggu, Kuta Utara, Badung. Hasish hanya dijual kepada warga asing dengan harga Rp2,5 juta pergram.

“Tersangka juga pemakai, dan keuntungan penjualan hasish untuk dikonsumsi sendiri,” jelas Kapolresta didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mikael Hutabarat.

Tersangka dijerat pasal 111 (1) UU.RI.No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, serta pasal 114 (1) UU.RI.No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. (agw)

BACA JUGA:  Pemilik Rumah yang Dibobol Pasangan Remaja Adalah Sipir LP