Tak Terima Mobil Dipindah, Oknum Tenaga Kontrak Dispenda Kota Denpasar Aniaya Wakil Bendesa Adat

Pelaku penganiaya Wakil Bendesa Adat. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Oknum tenaga kontrak Dispenda Kota Denpasar bernama Pande Nyoman Anom Jatiyasa (28) dijebloskan ke sel Polresta Denpasar karena menganiaya Wakil Bendesa Adat Denpasar bernama Made Bagus Kertha Negara (39).

“Pelaku memukul wajah korban dan mengakibatkan korban mengalami luka lebam pada pelipis kiri, kepala kanan benjol. Korban juga mengaku pangkal lengannya sakit karena berusaha menangkis pukulan,” terang Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Minggu (6/10/2019) di Denpasar.

Kronologi kejadian berawal saat di Jalan Kartini sebelah Selatan Banjar Wangaya Kelod, Denpasar Barat digelar lomba desa yang melibatkan muda-mudi banjar setempat, Selasa (1/10/2019) sekitar pukul 18.30 WITA.

Khawatir terjadi kemacetan, arus lalu lintas di seputaran TKP disterilkan dari kendaraan termasuk mobil Hartop milik pelaku yang parkir di atas trotoar. Atas inisiatif warga, mobil pelaku kemudian dipindahkan.

Tak berselang lama, pelaku datang sembari marah-marah dan berteriak menanyakan siapa yang memindahkan mobil miliknya. Belum juga dijawab, pelaku mendatangi korban yang tengah berkumpul dengan warga dan langsung melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah korban.

Aksi brutal pelaku terhenti setelah dilerai warga. Setelah berobat ke rumah sakit, esok harinya korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke kantor polisi.

Setelah beberapa hari memintai keterangan korban serta saksi-saksi, pelaku akhirnya ditangkap saat berada di rumahnya di Jalan Kartini nomor 4, Wangaya Kelod, Denpasar Barat, Jumat (4/10/2019) sekitar pukul 17.00 WITA.

“Pelaku mengakui telah melakukan
pemukulan terhadap korban. Kasus ini dilatarbelakangi dendam antara keluarga pelaku dengan korban yang sebelumnya ada permasalan sejak lama,” kata Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 170 KUHP atau pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun enam bulan (5,5) tahun. (agw)