PN Denpasar Tak Masalahkan Terdakwa Narkoba Asal Malaysia Keluar dari Tempat Rehabilitasi

Humas PN Denpasar, I Dewa Budi Watsara. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Terdakwa kasus narkoba asal Malaysia, Kelvin Yap Chee Hoong yang diberitakan keluar dari RS Bhayangkara, tempat yang bersangkutan menjalani rehabilitasi, ditanggapi enteng oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Diketahui, Kelvin keluar dari RS Bhayangkara ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar bermaksud mengantarkan makanan untuk rekannya yang juga terjerat kasus narkoba asal Taipe, Lian Hao Cheng.

Humas PN Denpasar yang juga salah satu hakim, I Dewa Budi Watsara yang dihubungi, Sabu (5/10/2019) mengatakan, tidak ada masalah dengan keluarnya terdakwa Kelvin dari RS Bhayangkara mengingat statusnya bukanlah tahanan, melainkan pasien rehabilitasi.

Hal itu disampaikan Budi Watsara sesuai dengan penetapan Hakim Heriyanti yang menyebut bahwa memerintahkan terdakwa Kelvin menjalani rehabilitasi medis di RS Bhayangkara yang telah dijalaninya sejak tanggal 5 September 2019.

“Kalau membaca penetapan itu, artinya jelas bahwa terdakwa ini tidak ditahan, tapi memerintahkan agar proses rehabilitasi yang sudah dijalani dilanjutkan,” terang Budi Watsara.

Dijelaskan pula, ada beberapa tahapan rehabilitasi medis yang harus dijalani oleh seseorang yang disebut pecandu, yakni detoksifikasi, rehabilitasi non medis dan tahap bina lanjut.

Lalau apakah seorang yang sedang dalam tahap rehabilitasi bisa meninggalkan tempat rehabilitasi seperti yang dilakukan Kelvin? Ditanya demikian, Budi Watsara mengatakan tidak masalah sepanjang yang bersangkutan sudah mendapatkan izin dari pihak terkait.

“Tentunya kalau mau meninggalkan tempat rehabilitasi harus mendapatkan izin dari pihak yang berwenang. Nah apabila sudah mendapatkan izin menurut saya tidak ada masalah,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Siti Sapura alias Ipung yang merupakan kuasa hukum dari Kelvin menegaskan bahwa Kelvin meninggalkan RS Bhayangkara sudah mendapatkan izin dari pihak RS.

“Artinya tidak masalah, kan sudah mendapatkan izin,” demikian Ipung. (sar)