Dua ABG Pelaku Pembunuhan di Kafe Madu Divonis 6 dan 4,5 Tahun Penjara

Dua ABG pelaku pembunuhan Kadek Roy usai menjalani sidang vonis di PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Dua anak baru gede (ABG), PBW (15) dan DPE  yang menghabisi nyawa I Kadek Roy Adinata (31), dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (4/10/2019), masing divonis 6 dan 4,5 tahun penjara.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim IGN Putra Atmaja menyatakan bahwa kedua pelaku terbukti bersalah melakukan tindak pidana anak, yakni melakukan pembunuhan yang dilakukan secara bersama-sama. Perbuatan kedua pelaku anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Pertimbangkan majelis hakim menjatuhkan vonis lebih ringan terhadap DPE karena DPE bukanlah eksekutor alias pelaku utama dalam kasus tewasnya I Kadek Roy.

“Pertimbangkan majelis hakim memvonis rendah DPE karena dia hanya sebagai pembuka dengan menendang dan mengacungkan pisau. Sedangkan PBW adalah eksekutor yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar jaksa Agus Suraharta yang ditemui usai sidang.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun. Atas putusan itu, Ikanedi, kuasa hukum DPE langsung mengatakan menerima.

Sedangkan untuk terdakwa PBW masih menyatakan pikir-pikir, demikian pula jaksa menyatakan pikir-pikir. “Karena salah satu terdakwa pikir-pikir, maka kami pun pikir-pikir,” tegas jaksa yang bertugas di Kejari Badung itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus yang menyeret dua ABG ini ke persidangan terjadi pada 25 Agustus 2019 sekira pukul 01.30 WITA di Jalan Raya Kerasan, Desa Sedang, Kecamatan Abiansimal, Kabupaten Badung.

Kasus ini berawal saat saksi korban Agus Gede Nurhana Putra dan I Kedek Roy Adinata ke Kafe Madu di Desa Angantaka. Sampai di kafe, kedua korban duduk. Tidak berselang lama datang kedua pelaku bersama tujuh orang temannya.

Setelah itu, korban maupun kedua terdakwa bersama teman-temannya minum dan berjoget. Nah saat berjoget itu, pelaku terlibat cek cok dan saling senggol dengan korban Agus Gede Nurhana Putra.

“Saksi korban Agus Gede lalu pergi meninggalkan kafe lewat pintu belakang yang kemudian dijemput oleh saksi korban Kadek Roy,” terang jaksa Kejari Badung itu.

Sementara saksi I Made Novyk Aryantara yang berboncengan dengan saksi Putu Jovvan yang hendak ke Kafe Madu melihat ada orang menendang seseorang di pinggir Jalan hingga jatuh ke sawah.

Kemudian kedua saksi ini mengejar kedua orang yang menendang itu dengan maksud melihat nomor polisi motor yang dikendarai. Namun kedua korban dan kedua saksi tidak berhasil mengejar para pelaku.

Sementara kedua pelaku pulang ke rumah. PBW pulang ke rumahnya di Banjar Tunon dan mengambil sebilah pisau (blakas).

Setelah itu, pisau atau blakas yang diambil oleh PBW diserahkan kepada DPE karena PBW yang menyetir sepeda motor. Selanjutnya kedua pelaku pergi ke rumah DPE di wilayah Banjar Samu, Desa Sigaran, Abiansemal, Badung.

Sebelum sampai ke rumah DPE, kedua pelaku berpapasan dengan kedua korban dan kedua temannya yang saat itu hendak pulang ke rumahnya di Mambal. Melihat itu, kedua pelaku mengejar dan DPE sempat mengacungkan pisau sambil mengatakan, “Sekarang mati kamu”.

Melihat itu, kedua korban mempercepat laju sepeda motornya. Tapi apes, saat tiba di depan Puskesmas Desa Sedang, sepeda motor yang ditumpangi kedua korban kehabisan bensin sehingga tidak bisa melaju dengan kencang.

Sementara dua pelaku langsung menyerempet dan menendang motor yang ditumpangi kedua korban hingga keduanya terjatuh dengan posisi korban Roy masuk ke dalam got.

Melihat korban terjatuh, kedua pelaku memarkir motornya dan mendekati kedua korban yang terjatuh. PBW memerintahkan agar DPE menebas kedua korban yang sudah tidak sadarkan diri, tapi DPE tidak berani.

Pelaku PBW kemudian mengambil pisau yang ada di tangan DPE, sambil mendekati kedua korban dan menebasnya berkali-kali. Setelah itu keduanya pergi. Dalam perjalanan, kedua pelaku dihadang oleh sejumlah warga yang sebelumnya mendapat laporan dari rekan korban, Putu Jovvan Aditya.

Kedua pelaku anak ini pun akhirnya berhasil diamankan warga yang selanjutnya diserahkan ke polisi. Akibat perbuatan kedua pelaku, I Kadek Roy Adinata akhirnya meregang nyawa. Sementara teman korban Agus Gede Nurhana Putra mengalami luka parah. (sar)