Cegah Wabah Daging Babi Afrika, Balai Karantina Gandeng Stakeholder di Bandara Ngurah Rai

Penjual daging babi di pasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Merebaknya wabah African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika disikapi serius oleh pihak-pihak terkait di Bali. Salah satunya Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar.

“Guna mengantisipasi kasus tersebut, kami bekerjasama dengan stakeholder yang ada di Bandara Ngurah Rai seperti Otoritas Bandara, PT. Angkasa Pura I, Bea dan Cukai serta seluruh maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dari negara tertular,” terang Kepala Balai Karantina Pertanian Klas I Denpasar,  I Putu Terunanegara, Jumat (4/10/2019).

Dikatakan, kerjasama dilakukan sebagai salah satu langkah cepat guna pencegahan dengan memperketat dan memeriksa bawaan penumpang yang berpotensi membawa wabah ASF.

Menurutnya, Bandara International I Gusti Ngurah Rai memiliki tingkat lalulintas yang sangat tinggi dikarenakan menerima kedatangan wisatawan dengan tujuan transit ataupun tujuan akhir dari para wisatawan mancanegara.

“Ini menjadi ancaman besar bagi Bali setelah merebaknya wabah ASF di beberapa negara,” jelasnya.

Terunanegara menjelaskan, African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika terbawa melalui babi dan produk olahannya. Meskipun sudah melalui proses pengolahan, virus penyebab ASF ini masih bisa bertahan dan menjadi media yang berpotensi menyebarkan penyakit.

Khusus untuk produk olahan babi tidak dipungkiri memang ada beberapa wisatawan terpantau selama ini membawa untuk keperluan konsumsi selama liburan di Bali.

“Untuk wisatawan yang sudah terlanjur membawa tentengan berupa produk olahan babi, Karantina Pertanian Denpasar juga mengantisipasi dengan menyiapkan Quarantine Bin sebagai sarana penampungan produk yang nantinya dilanjutkan dengan pemusnahan,” ucapnya.

“Analisa risiko juga dilakukan oleh petugas karantina terhadap kemungkinan masuknya ASF ke Bali dengan pengambilan sampel sampah sisa makanan di pesawat,” sambungnya.

Data diperoleh, penyakit ASF sudah mewabah di negara Eropa seperti Hungaria, Bulgaria, Latvia, Moldova, Polandia, Romania, Ukraina dan Rusia. Untuk di Asia negara yang telah terjangkit yakni Laos, Korea, Hongkong, Kamboja, Vietnam, Filipina, Taiwan dan Timor Leste. (agw)