Aniaya dan Bawa Kabur Barang Penjaga Warung, Seorang Satpam Diringkus Polisi

Polisi tangkap pelaku (jongkok) yang menganiaya korban. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pria bernama Fransiskus Xaverius Loko alias Frans (29) dibekuk tim Teror Ditreskrum Polda Bali lantaran menganiaya dan membawa kabur barang-barang milik seorang wanita bernama Purwatining Rahayu (45).

“Pelaku menjambak rambut dan memukul wajah korban. Salah satu gigi depan korban tanggal dan bibirnya bengkak,” terang sumber di kepolisian, Jumat (4/10/2019).

Setelah korban tak berdaya, pelaku mengambil tas milik korban yang berisi handphone, uang, dan surat-surat berharga. Pelaku langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor. Tak berselang lama datang warga dan menolong korban.

Informasi diperoleh, sebelumnya pelaku mendatangi korban yang saat itu berada di warungnya di Jalan Bung Tomo, Denpasar Utara, Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 22.30 WITA.

Di sana pelaku yang kenal dengan korban melalui aplikasi MiChat ini merayu dan mengajaknya keluar dengan alasan diajak ke sebuah vila di wilayah Munggu, Badung. Meski belum lama saling kenal, korban mau ketika diajak pergi. Keduanya lalu berboncengan menggunakan sepeda motor milik pelaku.

Tiba di Jalan Pantai Munggu, Mengwi, Badung, pelaku yang dikabarkan bekerja sebagai satpam ini turun dari sepeda motor dengan alasan buang air kecil. Ketika melihat situasi di TKP sepi, pelaku langsung menganiaya korban.

Dengan dibantu warga, usai berobat korban kemudian melapor ke kantor polisi. Tim Teror Ditreskrimum Polda Bali yang melakukan penyelidikan memperoleh informasi bahwa ada seseorang menjual iPhone tanpa kotak dan charger.

Polisi yang telah mengantongi ciri-ciri pelaku kemudian melakukan pencarian dan berhasil menangkapnya di Jalan Raya Dawas gang Cleopatra, Kuta Utara, Badung, Kamis (12/9/2019) sekitar pukul 13.00 WITA.

Saat diintrogasi, pria asal NTT ini mengakui perbuatannya. Dari penangkapan, polisi mengamankan barang bukti berupa tas perempuang dan lima buah handphone yang diduga hasil kejahatan.

BACA JUGA:  Nyambi Jadi Kurir Narkoba, Driver Ojek Online Terancam 12 Tahun Penjara

“Pelaku sudah dijebloskan ke sel Polda Bali sambil menunggu proses hukum lebih lanjut,” terang Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan kepada awak media di Denpasar, Jumat (4/10/2019). (agw)