Gubernur Koster Persilakan Mahasiswa Kritik Dirinya Asal Konstruktif dan Sesuai Koridor Hukum

Gubernur Koster gelar acara ‘simakrama’ dengan rektor, akademisi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). (foto : ist)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak kalangan akademisi, terutama mahasiswa untuk tetap dalam koridor hukum ketika menyampaikan aspirasi lewat aksi unjuk rasa menyikapi dinamika politik dalam negeri belakangan ini.

Gubernur Koster menyampaikan hal itu ketika melakukan ‘simakrama’ dengan rektor, akademisi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Rumah Jabatan Gubernur, Jayasabha Denpasar, Rabu (2/10/2019) malam.

“Saya mengapresiasi dan sangat menghormati pergerakan mahasiswa yang penuh semangat dan dinamis. Saya senang dengan adanya gerakan mahasiswa dalam menyuarakan aspirasinya. Namun saya berharap, perhatikan juga sopan santun dan tata tertib saat kita berdemokrasi,” kata Gubernur Koster, mengingatkan.

Ia menyebutkan, demokrasi dalam konteks Bali, harus lebih cair, terlebih setiap generasi punya tantangannya masing-masing. “Saya pribadi sangat terbuka terhadap kritik, tentunya yang konstruktif. Kalau ada kebijakan yang kurang pas, silahkan mahasiswa mengkritiknya,” ujar Gubernur Koster.

Pria kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini mengingatkan, kondisi keamanan Bali sangat berpengaruh terhadap industri pariwisata di Pulau Dewata. “Sebagai destinasi wisata dunia, 68 persen pendapatan masyarakat Bali berasal dari pariwisata. Ada 49 persen yang bersentuhan langsung dengan wisatawan. Besarnya ketergantungan Bali pada wisatawan, maka sedikit saja terjadi isu keamanan, ekonomi akan ‘goyang’ maka semua sektor akan terpengaruh,” urai pria yang juga mantan aktivis mahasiswa tersebut.

Untuk itu, Gubernur Koster mengajak para mahasiswa melihat Bali tak hanya dalam skala lokal tapi juga nasional hingga global. “Dalam skala nasional, kita ini adalah bagian dari tatanan rumah besar bernama NKRI. Dengan ideologi yang sudah final, Pancasila. Ini harus kita pertahankan sekuatnya, dari ancaman ideologi lain. Agar kita tetap eksis, masyarakatnya, budayanya dan tradisinya,” pinta Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali–Nusra dan Ketua Forum Rektor PT Bali Prof Dasi Astawa mengucapkan terima kasih atas forum simakrama yang digelar Gubernur Koster.

“Beberapa Gubernur sebelumnya, jarang sekali ada forum seperti ini. Semoga bisa mempererat hubungan pemerintah dan kalangan perguruan tinggi, dan kami siap untuk mendukung visi Bapak Gubernur, Namgun Sat Kerthi Loka Bali,” ucapnya menegaskan.

Pada kesempatan yang sama, Presiden BEM Universitas Udayana Javents Lumbantobing memastikan gerakan mahasiswa dalam aksi ‘Bali Tidak Diam’ akan tetap dalam koridor menjaga kedamaian Pulau Dewata.

“Kami pastikan, kami mahasiswa tetap cinta NKRI dan Pancasila sebagai ideologi, meskipun saat ini kami memandang perlu untuk turun ke jalan. Ini kami lakukan untuk menanggapi masalah RUU KUHP, kebakaran hutan, hingga kisruh di Papua,” ucapnya. (tra)