Kedutaan Kanada Terkesan pada Upaya BPBD Bali Tangani Masalah Kebencanaan

Staf Kedutaan Kanada saat berkunjung ke Kantor BPBD Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Staf Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia Ms. Anna Maria Scotti selaku Counsellor mengunjungi BPBD Provinsi Bali guna mengetahui peran dari BPBD saat terjadi bencana khususnya di Pulau Bali.

Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin saat menerima kunjungan secara umum menjelaksan fungsi dari BPBD serta UPTD PBD dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada saat terjadi suatu bencana.

“BPBD selalu berkordinasi dengan instansi maupun stakeholder. Dan salah satu fungsi kami yakni sebagai fungsi komando,” katanya di Denpasar,  Rabu (2/10/2019) bertempat di Ruang Rapat UPTD Pengendalian Bencana Daerah.

Sebagai contoh, ujar Rentin, pada saat terjadi gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (Lombok). Banyak pihak, termasuk konsulat asing menghubungi BPBD Provinsi Bali untuk mengetahui perkembangan situasi gempa bumi serta kondisi warganegara mereka yang berada di lokasi tersebut.

Dijelaskan pula, BPBD Bali telah bekerja sama dengan dunia usaha khususnya perhotelan untuk dilakukan sertifikasi kesiapsiagaan bencana yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesiapsiagaan pihak hotel dalam hal evakuasi dan menanggulangi suatu bencana.

“Proses sertifikasi diberikan kepada pihak hotel dan akan dilakukan evaluasi tiap tiga tahun,” jelas Rentin.

BPBD Provinsi Bali juga telah melaksanakan beberapa inovasi pencegahan. Sebagai contoh dengan menetapkan tanggal 26 tiap bulannya untuk melaksanakan simulasi bencana di masing-masing instansi dan hotel sesuai arahan Gubernur Bali.

Dalam waktu dekat ini lanjut Restin, akan dilaksanakan gladi lapang bencana gempa bumi tsunami pada 26 Oktober 2019 bertempat di Kabupaten Jembrana dengan tujuan meningkatkan kapasitas BPBD dalam menghadapi bencana tersebut.

“Harapannya, gladi lapang ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat lokal saja, namun juga bisa diikuti oleh kedutaan dan konsulat asing yang ada di Bali,” bebernya.

BACA JUGA:  Lakukan Patroli Udara, Kapolda Cek Pengamanan Nataru

Rombongan Kedutaan Kanada yang mendengar paparan sangat antusias dan terkesan terhadap keberadaan BPBD dalam melakukan penanganan kebencanaan, baik itu sebelum dan sesudah bencana.

Saat ditanya salah satu rombongan Kedutaan Kanada, Mr. Mark Andrew De Sanctis mengenai tantangan terbesar apa yang dihadapi dalam hal penanggulangan bencana, serta bagaimana komunikasi dan akses yang digunakan pada saat terjadi bencana di sisi Bali Utara, Kalaksa BPBD menjelaskan, tantangan terbesar saat ini adalah terbatasnya  jumlah peralatan serta personel.

“Sehingga kami mengupayakan untuk meningkatkan jumlah kekurangan tersebut. Sedangkan untuk akses yang dapat kami gunakan menuju Bali Utara selain jalur darat dan berkordinasi dengan BPBD setempat, kami menggunakan akses jalur udara dengan helikopter yang bekerja sama dengan pihak BASARNAS,” demikian Made Rentin. (agw)