Pelatih Lari AS Diskors Empat Tahun Karena Memfasilitasi Doping

Pelatih lari jarak jauh AS, Alberto Salazar bersama juara Olimpide 2016 asal Inggris, Mo Farah. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Agensi Anti Doping Amerika Serikat (USADA), Selasa (1/10/2019), mengatakan bahwa mereka telah menjatuhkan skorsing kepada Alberto Salazar, yang telah melatih beberapa pelari jarak jauh dunia termasuk juara Olimpiade Mo Farah dari Inggris, selama empat tahun karena penyalahgunaan doping.

Menurut laporan Reuters, USADA mengatakan hukuman Salazar adalah karena “mengatur dan memfasilitasi perilaku doping yang dilarang” sebagai pelatih kepala Nike Oregon Project (NOP), sebuah kamp yang dirancang terutama untuk mengembangkan daya tahan atlet AS.

Salazar, yang juga melatih atlet Olimpiade Amerika Matthew Centrowitz di antara pelari jarak jauh lainnya, menjual substansi peningkat kinerja testosteron yang dilarang kepada banyak atlet, kata USADA dalam sebuah pernyataan.

Salazar juga mengutak-atik atau berusaha merusak proses pengawasan doping atlet NOP, kata badan itu setelah menyelesaikan penyelidikan empat tahun.

Jeffrey Brown, yang bekerja sebagai konsultan endokrinologis bayaran untuk NOP dalam peningkatan penampilan dan menjabat sebagai dokter bagi banyak atlet dalam program pelatihan, juga dijatuhi larangan empat tahun.

Salazar, Nike dan Brown tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar. Salazar di masa lalu membantah melakukan kesalahan.

Beberapa anggota NOP turun berlomba pada Kejuaraan Dunia IAAF 2019 di Doha, Qatar.

Tidak ada satu pun atlet yang ditangani Salazar disebutkan dalam laporan pada Senin.

Salazar berhenti melatih Farah pada 2017 ketika pelari itu memutuskan kembali ke Inggris. Farah mengatakan pada saat itu bahwa penyelidikan doping bukanlah alasan mereka berpisah.

“Para atlet dalam kasus-kasus ini menemukan keberanian untuk berbicara dan akhirnya mengungkap kebenaran,” kata Travis Tygart, chief executive officer USADA, dalam sebuah pernyataan.

“Ketika bertindak dalam kaitannya dengan Nike Oregon Project, Tuan Salazar dan dokter Brown menunjukkan bahwa kemenangan lebih penting dari pada kesehatan dan kesejahteraan para atlet yang mereka bersumpah untuk melindunginya.”

BACA JUGA:  Bupati Suwirta Dorong KONI Klungkung Rancang Regenerasi Atlet

Alberto Salazar (61 tahun), adalah pelari jarak jauh terkenal, memenangi tiga maraton New York City berturut-turut mulai 1980.

Nike mendanai NOP, pusat pelatihan lari jarak jauh paling elit di Portland, Oregon, di bawah kesepakatan sponsor selama 26 tahun senilai US$ 460 juta atau sekitar Rp 6,5 triliun dengan US Track and Field.(net)