Kantongi Segudang Pengalaman, Agus Suhendra Diunggulkan dalam Pilkades Dauh Puri Kangin

I Made Agus Suhendra, S.S.

Beritabalionline.com – I Made Agus Suhendra S.S., kembali akan bertarung dalam perebutan bursa pemilihan kepala desa (Pilkades) sebagai calon perbekel (kepala desa) Dauh Puri Kangin pada Pilkades serentak di Kota Denpasar yang bakal digelar pada  27 Oktober 2019.

Sejumlah pihak meyakini calon kepala desa nomor urut 2 ini bakal kembali terpilih menjadi orang nomor satu di Desa Dauh Puri Dangin untuk masa bakti lima tahun mendatang. Meski diunggulkan, Agus tak mau merespons berlebihan, karena ia menilai kandidat lain juga memiliki potensi dan kelebihan, serta layak memimpin Desa Dauh Puri Kangin.

“Semua kita serahkan ke masyarakat untuk memilih yang terbaik demi kemajuan desa yang kita cintai ini,” kata Agus merendah, saat ditemui di Denpasar, Selasa (1/10/2019).

Salah satu alasan kenapa Agus diunggulkan akan kembali memimpin Desa Dauh Puri Kangin, dikarenakan pria kelahiran Denpasar, 4 Desember 1964 ini memiliki segudang pengalaman memimpin di lembaga level banjar dan desa.

Pengalaman yang sudah dikantongi Agus antara lain, sebagai Kepala Dusun Banjar Titih Tengah dari tahun 1991-1994, Kelian Adat Banjar Titih (2003-2006) dan (2006-2009). Sebagai Kades Dauh Puri Kangin dua periode (1993-2002) dan (2002-2007), serta sebagai Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Dauh Puri Kangin tahun 2013-2019.

Sarjana Sastra jebolan Universitas Udayana tahun 1993 tersebut, saat ini masih aktif sebagai Penasihat Banjar Titih Tengah, dengan mengusung visi “Nangun Kesukertan Desa Medasar Antuk Tri Hita Karana”.

“Visi saya adalah Bersama Membangun Desa Dauh Puri Kangin yang Sejahtera, Religius, Berbudaya, Kreatif dan Harmonis Menuju Desa Mandiri Berdasarkan Tri Hita Karana,” terang Agus.

Visi itu dijabarkan Agus lewat misi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan partisipasi masyarakat.

Kemudian menguatkan jatidiri desa berdasarkan kearifan lokal dan budaya Bali, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan kebutuhan dasar dan mengembangkan ekonomi kerakyatan, mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri.

Pemilihan kepala desa serentak se-Kota Denpasar 2019 akan diikuti 60 orang kandidat dari 23 desa. Ketua Panitia Pilkades Kota Denpasar, I Made Toya pada satu kesempatan menjelaskan, seluruh desa di Denpasar sudah tidak ada lagi calon tunggal dan persiapan Pilkades bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.

”Hal ini menunjukkan partisipasi masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi cukup tinggi,” jelas Toya yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar.

Adapun, keikutsertaan calon perbekel paling banyak ada di Desa Peguyangan dengan 5 calon, Desa Dauh Puri Klod 4 calon, Desa Sumerta Kaja 4 calon dan Desa Sidakarya 4 calon. Selebihnya, rata-rata keikutsertaan calon perbekel berkisar 2 dan 3 calon.

Informasi yang dihimpun, dari sekian calon perbekel yang ditetapkan, terdapat 18 calon petahana. Menariknya, di antara kandidat yang ambil bagian terdapat 3 calon perbekel perempuan yang akan menghiasi perhelatan demokrasi Kota Denpasar ini. (agw)