Forum Koordinasi Kehumasan Provinsi Bali Lakukan Studi Komparatif ke Manado

Forum Koordinasi Kehumasan Provinsi Bali dalam kunjungan ke Provinsi Sulawesi Utara. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Sedikitnya 30 anggota Forum Koordinasi Kehumasan Provinsi Bali yang terdiri dari instansi vertikal, BUMN dan perwakilan organisasi pers, melakukan studi komparatif ke Manado, Provinsi Sulawesi Utara pada 25-27 September 2019.

Kunjungan selama tiga hari itu dipimpin Asisten III Administrasi Umum Setda Bali I Wayan Suarjana, didampingi Kabid Pengembangan Komunikasi Publik Diskominfos Bali Ida Bagus Agung Ludra, Kepala Dinas Kominfo Gianyar Cokorda Gde Rai Widiarsa Pemayun dan Kabid Informasi dan Data Elektronik Diskominfos Bali I Wayan Suarna.

Asisten III Administrasi Umum I Wayan Suarjana mengaku terkesan dengan kerja maksimal yang dilakukan aparatur di lingkup Diskominfo Sulawesi Utara. Bersamaan dengan itu, ia juga menyampaikan terima kasih atas sambutan penuh kekeluargaan dari pihak tuan rumah.

“Kami melakukan kunjungan studi komparatif kali ini ingin mengetahui kemajuan yang telah dicapai Provinsi Sulawesi Utara terkait dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), baik yang ada di provinsi maupun di UPD lainnya,” kata Suarjana.

Selain itu, imbuh Suarjana yang mantan Sekretaris Dewan DPRD Bali itu, pihaknya juga ingin studi masalah kepariwisataan, mengingat beberapa tahun belakangan ini Provinsi Sulawesi Utara cukup berhasil di bidang pariwisata sehingga kunjungan wisatawan ke daerah ini melonjak drastis 600 persen.

Menanggapi hal itu, Kadis Kominfo Kabupaten Sulawesi Utara Dr Jety Pulu, S.Sos, M.Si., mengatakan, kepariwisataan di Sulawesi Utara tak dapat dipungkiri memang mengalami kemajuan yang cukup pesat belakangan ini. Hal tersebut tidak lepas dari berbagai upaya yang ditempuh Pemprov Sulawesi Utara.

“Upaya yang ditempuh antara lain melakukan MoU dengan negara-negara yang penduduknya menyukai aktivitas travelling. Dan jangan lupa, Sulawesi Utara ini dikenal sebagai salah satu destinasi yang paling aman di Indonesia,” ujar Jeti Pulu, berbangga.

Menyinggung sikap toleransi di masyarakat, ia menyebutkan di Sulawesi Utara, terlebih Manado, berlangsung dengan sangat solid dan baik.

Asisten III Administrasi Umum Setda Bali I Wayan Suarjana saling tukar menukar cinderamata dengan Kadis Kominfo Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Jety Pulu, S.Sos, M.Si. (foto : tra)

Dikatakan, ketika ada perayaan Natal, pemuda-pemuda Muslim dengan sukarela menjaga kegiatan umat Kristen. Sebaliknya ketika berlangsung perayaan Idul Fitri, umat Kristen pun melakukan hal sama.

“Umat Kristen menjaga masjib-masjid dan pemeluk Islam menjaga gereja-gereja atau lokasi lain yang menjadi ajang perayaan keagamaan,” ujarnya, bersemangat.

Selain itu, lanjut Kadis Kominfo Sulawesi Utara, kini sudah dioperasikan ‘Command Center’ yang terintegrasi dengan sejumlah pihak terkait. Command Center ini mulai dioperasikan sejak Agustus 2018 lalu.

“Command Center merupakan pusat komando yang memiliki kontribusi langsung terhadap berbagai kemajuan di Sulawesi Utara,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, Command Center memiliki link langsung dengan para nelayan. Dengan demikian, jika terjadi cuaca buruk di tengah laut, petugas yang siaga langsung bisa menginformasikan kepada para nelayan yang sedang berlayar.

Menanggapi Kepala Dinas Kominfo Gianyar Cokorda Gde Rai Widiarsa Pemayun yang ingin studi tentang kinerja Diskominfo Sulawesi Utara, khususnya dalam mengelola informasi hingga bisa berdampak positif sebagai perekat bangsa,  Jeti menyebutkan, selama ini pihaknya telah melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk dengan media massa.

“Sehingga jika ada pemberitaan hoax, kita bisa meluruskan melalui media massa dan website OPD yang tersedia,” ujarnya menjelaskan.

Jety mengatakan, di sejumlah titik juga telah dipasang serat optik Palapa. Satu serat optik dapat menjangkau radius 27.000 kilometer.

“Pemasangan serat optik ini bisa mengatasi masalah ‘blank spot’. Sehingga informasi yang ingin kita sampaikan dapat diterima masyarakat dalam radius yang jauh dan relatif cepat,” demikian Jety Pulu, yang mengaku telah beberapakali berkunjung ke Pulau Dewata untuk urusan kedinasan. (tra)