Pasangan Sejoli Diganjar Hukuman 20 Bulan Penjara

Dua sejoli I Made Sugiana bersama kekasihnya Ni Luh Gede Sumita Larasati di PN Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dua sejoli IMade Sugiana (33) bersama kekasihnya Ni Luh Gede Sumita Larasati (25) menjalani sidang dengan agenda putusan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (24/9/2019). Keduanya pun divonis sama-sama dengan hukuman 20 bulan penjara.

“Mengadili terdakwa bersalah secara bersama sama memiliki dan dengan sengaja menggunakan narkoitika golongan I bukan tanaman sebagaimana tertuang dalam pasal Pasal 127 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika,” kata hakim yang diputuskan I Gede Ginarsa.

Terhadap vonis itu, kedua terdakwa yang didampingi tim penasehat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima. “Kami menerima,” ucap Catharine Vania selaku penasihat hukum kepada majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi.

Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja belum bersikap dan menyatakan pikir-pikir atas vonis majelis hakim tersebut. Vonis majelis hakim tersebut sejatinya lebih ringan dua tahun dibandingkan tuntutan jaksa.

Sebelumnya, jaksa menuntut kedua terdakwa dengan pidana 14 tahun penjara. Pula dituntut denda Rp1 miliar, subsidair enam bulan penjara. Meski vonis lebih ringan dari pada tuntutan, majelis hakim sependapat dengan dakwaan pada tuntutan jaksa.

Keduanya dinyatakan, telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik, sebagaimana dakwaan subsidair.

Disebutkan bahwa para terdakwa melakukan percobaan atau permufakatan jahat secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman, yaitu berupa sabu-sabu seberat 0,22 gram, dan 1.181 butir ekstasi dengan total berat 354,30 gram.

Sesuai dakwaan, terdakwa Dexsa dan Aini dijerat Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang narkotik. Tertangkapnya pasangan kekasih ini, bermula dari adanya informasi dari masyarakat yang diperoleh polisi dari Sat Resnarkoba Polres Badung. Informasi itu menyebutkan, ada laki-laki bernama Dexsa yang bekerja sebagai sopir ojek online diduga sebagai penyalahguna narkotik.

BACA JUGA:  Tuntaskan Perburuan, Polresta Denpasar Tembak Salah Satu Tahanan yang Kabur

Berbekal informasi tersebut, polisi menyelidiki. Selanjutnya, pada 27 Agustus 2018 sekitar pukul 22.00 WITA, polisi menangkap Dexsa di Jalan Batanta, Gang VII A, Nomor 5, Banjar Abian Tegal, Dauh Puri Kauh, Denpasar.

“Saat dilakukan pengeledahan badan terhadap terdakwa, ditemukan 1 paket plastik klip yang berisi kristal bening diduga sabu-sabu. Sabu-sabu itu ditemukan di saku celana yang dikenakan Dexsa,” jelas Jaksa Dewa Narapati kala itu.

Kepada petugas, Dexsa mengaku jika sabu-sabu itu adalah miliknya, yang rencanannya akan dikonsumsi bersama kekasihnya, terdakwa Aini. Berdasarkan pengakuan terdakwa Dexsa, petugas kemudian melakukan pengembangan.

Petugas pun mendatangi kos terdakwa di kamar No 8 Jalan Mahendradata, Gang Buana Putra, Banjar Buana, Denpasar Barat. Saat dilakukan pengeledahan, polisi menemukan 1 paket plastik klip berisi sabu yang beratnya 0,11 gram. (pol)