Sebelum Jenazahnya Ditemukan Terkubur di Kebun, Suarningsih Sempat Mengaku Nyawanya Terancam

Lokasi ditemukannya jenazah Gusti Nyoman Suarningsih sebelum dibongkar petugas. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kasus tewasnya Gusti Nyoman Suarningsih (37) yang diduga dihabisi teman prianya bernama I Wayan Sutarsa (42) menyisakan tanda tanya besar. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat melaporkan Wayan Sutarsa atas kasus pengerusakan.

“Korban melapor empat ban mobilnya dirobek oleh Wayan Sutarsa. Tapi laporannya bukan di Polsek Kuta,” kata sumber di lapangan kepada beritabalionline.com, di Denpasar Senin (23/9/2019).

Sumber mengatakan, sebelum jenazahnya ditemukan terkubur di sebuah kebun tidak jauh dari lokasi meninggalnya Wayan Sutarsa di Jalan Segara Madu gang Ratna III/5 A Kelan, Desa Tuban, Kuta, Badung, Sabtu (21/9/2019) sekitar pukul 17.30 WITA, sehari sebelumnya korban sempat melakukan komunikasi.

Bahkan dari keterangan sumber, dalam komunikasi melalui sambungan telpon dengan seseorang yang minta identitasnya tidak disebutkan ini, saat itu korban mengaku ketakutan dan merasa nyawanya terancam.

“Korban ini sudah pisah dengan suaminya, begitu juga Wayan Sutarsa yang cerai dengan istrinya. Ada kemungkinan keduanya punya hubungan khusus. Nah, malam hari sebelum ditemukan meninggal, dia mengaku ketakutan setelah melaporkan kasus pengerusakan mobilnya,” kata sumber.

Pihak kepolisian sampai saat ini belum memberikan keterangan lebih jauh terkait motif awal kasus yang membuat geger masyarakat tersebut.

Diberitakan sebelumnya, polisi menemukan selembar kertas berisi pesan yang ditulis I Wayan Sutarsa (42). Surat tersebut bertuliskan “Mek, di bawah ada kuburan Ayu..tolong lapor polisi dan tolong sampaikan permintaan maaf Yang (saya) ke anak-anak. Memek jaga diri, ingat Mek, panggil Yang kalo ada yang nyakitin Memek, menghina Memek”.

Selain surat, di dekat jenazah pria beralamat di Jalan Uluwatu gang Funbo XV /2, Lingkungan Pasek Kedonganan, Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung ini juga ditemukan KTP, SIM, ATM serta surat-surat lain milik seorang perempuan bernama Gusti Nyoman Suarningsih.

BACA JUGA:  Berusaha Kabur, Pria Perlente Diduga Pelaku Hipnotis Ditangkap Warga

Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fadlianshah menerangkan, dari hasil koordinasi dengan Polres Badung, diperoleh informasi jika Nyoman Suarningsih pernah melaporkan Wayan Sutarsa atas kasus pengerusakan.

“Setelah kita kroscek kepada pihak keluarga, Nyoman Suarningsih dikatakan tidak ada di rumah dan handphonenya juga sudah tidak aktif,” terang Kapolsek, Minggu (22/9/2019).

Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta kemudian kembali ke TKP guna mencari informasi dan mempelajari kembali surat wasiat yang ditulis Wayan Sutarsa. Dari hasil penyelidikan di lapangan, petugas menduga jika Gusti Nyoman Suarningsing telah meninggal dunia karena dibunuh.

“Dugaan ini diperkuat dengan ditemukan bercak darah di mobil Daihatsu Xenia DK 1987 CK milik korban yang ditemukan tengah terparkir di garase rumah warga tidak jauh dari lokasi Wayan Sutarsa meninggal,” Kata Kapolsek.

Disaat petugas tengah sibuk, datang pria paruh baya bernama I Nyoman Rendi (71). Nyoman Rendi menceritakan bahwa beberapa jam sebelumnya ia didatangi menantunya. Sang menantu bertanya apakah saksi sempat menyangkul di kebun miliknya dan dijawab tidak.

Merasa penasaran, saksi bersama menantunya bernama Nyoman Suatra langsung pergi ke kebun. Di sana keduanya menemukan sebuah gundukan tanah. Dan setelah diinjak, gundukan tanah agak gembur.

“Anggota kemudian mengecek ke kebun dan melihat gundukan tanah. Kita lalu memanggil tukang untuk menggalinya,” jelas Kapolsek.

Baru setengah meter tanah digali, terlihat pertama kali yakni benda mirip kaki. Petugas meminta kepada tukang gali agar berhati-hati. Benar saja, dari dalam tanah terlihat jenazah perempuan menggunakan celana kain panjang, berkaos warna biru, singlet warna hitam dan kain batik ditemukan di sebelah kiri korban.

“Mayat yang dikubur dipastikan Suarningsih. Hasil pemeriksaan ditemukan luka pada jari tengah kanan, belakang telinga kiri robek, dahi kanan robek, telunjuk kiri robek dan kepalanya robek,” jelas Kapolsek. (agw)