Saksi Korban Ungkap Pelaku DPE Sempat Tebas Telinga Korban

Dua pelaku yang menghabisi nyawa I Kadek Roy Adinata. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Dua pelaku yang menghabisi nyawa I Kadek Roy Adinata (31), PBW (15) dan DPE, Senin (23/9/2019) kembali di hadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk diadili.

Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Agus Suharta menghadirkan dua orang saksi. Dari dua saksi itu, salah satunya adalah saksi korban selamat, Agus Gede Nurhana Putra.

Dari pengakuannya terungkap bahwa saksi pergi ke kafe Madu tidak bersamaan dengan korban meninggal I Kedek Roy Adinata.

“Jadi korban Nurhana Putra ini ke Kafe Madu tidak bersamaan dengan korban Roy. Dia dijemput oleh temannya yang bernama Merdita. Dan menurut kesaksiannya, setelah sampai di Kafe Madu, korban Roy sudah ada dan sedang duduk bersama teman yang lain,” ujar jaksa yang ditemui usai sidang yang digelar tertutup itu.

Dari sidang terungkap pula bahwa pelaku DPE ternyata juga sempat menebaskan blakas (pisau besar) saat masih berada di atas motor ketika terjadi kejar mengejar. Diketahui, dalam dakwaan jaksa tertulis bahwa yang melakukan penebasan hanya pelaku PBW.

“Dari keterangan saksi korban terungkap bahwa DPE juga sempat menebas saat masih berada di atas motor. Tebasan itu mengenai telinga korban Nurhana Putra,” terang jaksa Kejati Badung itu.

Dari keterangan saksi terungkap pula bahwa saat korban bersama rekan rekannya berada dalam kafe, datanglah rombongan pelaku masuk ke kafe.

“Menurut saksi tidak lama kemudian pelaku dan teman-temanya membuat gaduh, bahkan sampai ada yang membalikkan kursi,” ungkap Agus.

Karena situasi tidak aman, kedua korban bersama teman-temannya pergi meninggalkan kafe. Setelah korban bersama rekan-rakanya tiba di perempatan Angantaka, ada satu rekannya yaitu Mardita tertinggal di kafe dan dihajar oleh para pelaku.

BACA JUGA:  Gadaikan BPKB Mobil Tanpa Izin Pemiliknya, Wanita Cantik Ini Divonis 45 Hari

Mengetahui itu, saksi Putu Jovvan, rekan korban kembali ke kafe untuk menjemput Mardita. “Jadi menurut saksi Jovan, Mardita dihajar oleh para pelaku dan teman-teman. Jovan sempat mengejar para pelaku tapi kehilangan jejak.” ungkap jaksa.

Namun kasus Mardita ini, menurut jaksa sudah diselesaikan secara kekeluargaan. “Kabarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” pungkas Agus Suraharta. (sar)