Peternak di Desa Taro Resah, 6 Godel Mati Mengenaskan

Salah seorang peternak menunjukan kandang godel peliharaanya yang ditemukan mati degan isi jeroan lenyap.(foto: yesi)

Beritabalionline.com – Warga Desa Taro, Tegalalang akhir-akhir ini dihebohkan godel (anak sapi) yang belum berumur seminggu mati dalam kondisi isi jeroan hilang. Kondisi ini terjadi di tiga banjar yakni di Banjar Pisang Kaja, Banjar Patas dan Banjar Jati, Desa Sebatu. Sampai saat ini sudah enam anak sapi yang menjadi korban, hingga membuat warga terutama peternak semakin resah.

Warga di tiga banjar tersebut was-was dan merasa khawatir, karena ditakutkan semua godel milik warga akan menjadi korban. Sementara kematian godel milik warga mempunyai ciri-ciri sama, dengan isi jeroan hilang. Salah satu pemilik godel setempat, I Wayan Suarsana sangat terpukul, mengingat dua anak sapinya tewas pada hari yang bersamaan.

”Dua anak sapi saya mati, isi jeroannya sudah hilang,” ungkapnya. Meski demikian, daging sapi tersebut tidak dikomsumsi dan segera di kubur di dekat kandang sapi miliknya. “kasihan kalau dijual atau dikonsumi, lebih baik dikubur saja,” ujarnya.

Korban lain, adalah sapi milik I Wayan Asi. Anak sapinya juga menjadi korban, bagian jeroan dan pantat sapinya habis. Diperkirakan dimakan binatang buas. Menyusul kasus lain pada Kamis  (19/9/2019), sapi milik I Wayan Mendra dan I Made Sukra mati mengenaskan.

”Dugaan kami ada binatang buas, anehnya anjing peliharaan kami kok tidak ngongkong saat ada binatang buas,” terang Made Sukra. Peternak sapi di wilayah tersebut, berharap pemerintah bisa segera turun tangan untuk menelusuri dan mencari penyebab matinya sapi tersebut.

Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Ngakan Putu Readi ketika dikonfirmasi mengakui sudah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Pihaknya sudah menjelaskan kepada warga bahwa sapi tersebut dimangsa gerombolan anjing liar. “Wilayah tersebut dekat dengan hutan, anjing hutan liar ini keluar mencari mangsa,” jelas Readi.

BACA JUGA:  Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat Berhadiah HUT Ke-48 Korpri dan HUT Ke-74 PGRI

Dikatakannya juga, kasus godel hilang jeroan ini sama dengan kasus yang terjadi di Bangli. “Kasusnya sama, ini ulah anjing hutan liar. Kami kesulitan mencari tempat persembunyiannya,” tambahnya. Selain bergerombol, anjing tersebut mencari mangsa pada kandang-kandang yang relative sepi dan jauh dari perumahan warga. Pihaknya menyarankan induk dan anakan sapi dipindah dan dipelihara dekat pondok atau rumah, sehingga lebih mudah mengawasi.(yes)