Hakim Tolak Eksepsi Bule Asal Belanda yang Selundupkan Kerajinan Satwa yang Dilindungi

Terdakwa Eric Roer asal Belanda didampingi penterjemah di persidangan PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Heriyanti pada sidang, Kamis (19/9/2019) menolak eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa yang diajukan terdakwa kasus penyelundupan kerajinan dari satwa yang dilindungi, Eric Roer.

Hakim dalam amar putusan sela mengatakan, eksepsi terdakwa yang menyebutkan dakwaan jaksa eror in persona dianggap tidak beralasan dan tidak mendasar. Malahan hakim menyebut bahwa dakwaan yang disusun oleh jaksa sudah cukup cermat.

Selain itu, tudingan terdakwa yang menyebut dakwaan jaksa kabur dan tidak jelas, juga dianggap terlalu mengada-ada. Sebaliknya, hakim menyatakan dakwaan jaksa sudah sangat jelas mengurai kejadian, baik masalah waktu maupun tempat kejadian.

Dalam putusan, hakim juga menilai, sebagain besar eksepsi yang diajukan oleh terdakwa sudah masuk pada pokok perkara yang harus dibuktikan dalam persidangan.

“Menolak eksepsi terdakwa, memerintahkan jaksa untuk melanjutkan sidang dengan menghadirkan saksi-saksi,’ tegas Hakim Heriyanti.

Atas putusan itu, mulai pekan depan, sidang dilanjutkan dengan agenda pembuktian dan memanggil saksi-saksi untuk diperiksa.

Seperti diberitakan, Eric Roer, pria asal Rotterdam, Belanda ini diadili karena diduga melakukan tindak pidana meniagakan barang-barang kerajinan yang terbuat dari tulang maupun kulit dari hewan atau satwa yang dilindungi.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam dalam Pasal 21 ayat (2) huruf b Jo Pasal 40 ayat (2) atau Pasal 1 ayat (2) huruf d Jo Pasal 40 ayat (2) UU Tentang Konservasi sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (sar)