Rusak Segel Meteran Listrik, Pelanggan Diancam Denda Jutaan Rupiah

Meteran listrik. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Ketidakpahaman masyarakat dengan merubah meteran listrik milik PLN yang pada akhirnya timbul pelanggaran masih banyak terjadi. Selain membahayakan seperti menyebabkan kebakaran, masyarakat juga bisa dikenakan denda.

“Terutama untuk pelanggan rumah tangga, jangan sekali-kali mengotak-atik meteran atau alat lain seperti MCB, karena kalau ada pengecekan, kita pasti tau karena segel pasti dibuka. Dan itu sudah pelanggaran. Dendanya cukup besar, bisa puluhan juta rupiah tergantung daya yang terpasang,” ucap I Made Arya, Plt Manager Komunikasi PLN UID Bali di Denpasar, Rabu (18/9/2019).

Made Arya mengatakan, apabila ada keluhan kerusakan terkait kelistrikan milik pelanggan, pihaknya menyarankan kepada masyarakat untuk langsung menghubungi PLN. Hal itu berkaca pada beberapa kasus, di mana masyarakat lebih memilih mencari tukang.

“Di sana akhirnya masyarakat merasa dipermudah oleh oknum-oknum tukang tadi. Mungkin untuk sementara permasalahan selesai, tapi ketika ada pengecekan dari PLN, ketahuan ada pelanggaran. Ujung-ujungnya yang kasihan masyarakat itu sendiri,” terangnya.

Tidak hanya pelanggan rumah, PLN juga menyoroti terjadinya pelanggaran ketika berlangsung kegiatan yang berhubungan dengan ritual keagamaan. Bukan di satu wilayah saja, namun hal itu berlangsung hampir merata di wilayah Bali.

“Contoh ketika masyarakat hendak menggelar upacara keagamaan, mereka ingin tambah daya satu atau dua hari. Kadang-kadang berfikirnya bayarnya pasti mahal, dan acara masih berlangsung tiga hari lagi, kalau lapor sekarang prosesnya pasti ribet. Nah, kami minta dirubah pemikiran sepert itu,” kata Arya.

Dijelaskan, jika masyarakat ingin tambah daya untuk keperluan ritual keagamaan atau kegiatan lain, prosesnya cukup menghubungi call center PLN, menyebutkan ID pelanggan dan alamat dimaksud. Setelah dilakukan registrasi dan membayar di Kantor Pos terdekat, petugas PLN akan mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. (agw)