Pelapor Harap Bulan Depan Kejari Umumkan Tersangka Kasus Korupsi APBDes Dauh Puri Klod

Pelapor I Nyoman Mardika. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Kasus dugaan penyelewengan dana desa alias APBDes di Desa Duah Puri Klod, tidak lama lagi akan memasuki babak baru.

Menurut informasi yang diterima I Nyoman Mardika, selaku pelapor dalam kasus tersebut saat dihubungi, Senin (16/9/2019), bulan depan (Oktober) pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar sudah bisa mengumumkan tersangka.

Dikatakannya, selama ini Kejari Denpasar belum berani mengumumkan tersangka karena masih terganjal hasil dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (PBKP) perwakilan Bali terkait nilai kerugian negara.

“Dari informasi yang saya dapatkan, bulan depan, atau tepatnya tanggal 4 Oktober 2019 adalah batas akhir pihak BPKB Bali melakukan penghitungan. Nah, harapan kami di bulan yang sama Kejaksaan sudah mengumumkan tersangka,” ungkap Mardika.

Mardika juga membenarkan bahwa sempat ada kabar beredar bahwa calon tersangka dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara Rp1,03 miliar itu lebih dari tiga orang.

“Saya dengar sepeti itu (tersangka lebih dari tiga orang), tapi kabar ini masih belum jelas juga karena pihak Kejaksaan belum bisa memastikan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma mengatakan, dari beberapa saksi yang sudah dimintai keterangan, pihaknya memastikan dalam kasus inu sudah ada calon tersangka.

Tapi siapa dan apa jabatanya calon tersangka yang dimaksud, pejabat yang akrap disapa Gung Ary ini belum mau menyebutkan.

Selain itu, kata Gung Ary, saat ini tim penyidik hanya tinggal melakukan pemeriksaan saksi untuk pendalaman terhadap calon tersangka itu. (sar)

BACA JUGA:  Sebulan Jadi Buronan Polisi, Residivis Curanmor Pelaku Jambret Dihadiahi Timah Panas