Ini Jawaban Kadis LHK Kota Denpasar Soal Isu Denda Belanja Pakai Kantong Plastik

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, I Ketut Wisada. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dalam beberapa hari terakhir, warga Kota Denpasar diresahkan adanya kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa ada masyarakat yang didenda antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu karena belanja menggunakan kantong plastik yang dilakukan oleh oknum dari salah satu instansi terkait.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, I Ketut Wisada menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia mengatakan, pihaknya memang sudah mendengar adanya kabar tersebut, namun faktanya tidak sesuai dengan yang ada di lapangan.

Penegasan itu disampaikan Wisada dikarenakan hingga kini peraturan untuk mendenda seseorang yang belanja menggunakam kantong plastik belum ada. Peraturan yang ada di Pemkot baru pada tahap sosialisasi.

“Informasi (oknum mendenda pembeli tidak menggunakan kantong plastik) tersebut memang ada, terutama sasarannya kepada warga yang belanja menggunakan kresek. Infonya sudah ada seminggu yang lalu. Ada pembeli yang menggunakan tas kresek dikenakan denda antara Rp200 ribu sampai Rp500 ribu,” ungkapnya, di Denpasar, Senin (16/9/2019).

“Kami dari pihak pemerintah belum sampai ke tahap penindakan. Baru hanya tahap sosialiasi pengurangan sampah plastik,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya kembali menegaskan bahwa hingga kini belum ada dasar hukum untuk melakukan penindakan terhadap masyarakat yang berbelanja menggunakan kantong plastik (kresek). Peraturan Walikota (Perwali) no 36 tanun 2018 baru pada tahap sosialisasi dalam pengurangan penggunaan kantong plastik.

“Jadi, rupanya ada oknum yang mencoba mengambil keuntungan dari Perwali ini. Hanya tahap sosialisasi program pengurangan sampah plastik sesuai perwali 36 2018,” ujarnya.

Selanjutnya Wisada mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya jika ada oknum yang meminta denda terkait penggunaan tas kresek. Dan jika masyarakat menemukan ada oknum seperti itu agar melaporkannya kepada pihak yang berwajaib.

“Tindak lanjut dari kabar adanya oknum yang mengutip denda penggunaan kantong plastik saat berbelanja, kita serahkan kepada pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan di lapangan,” tandasnya. (tra)