Cegah Kejahatan Lintas Negara, Polda Bali dan Polisi New York Tingkatkan Kerjasama Bidang Intelejen

Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose saat berada di Amerika Serikat. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose memenuhi undangan dari Intelligence Bureau New York Police Departement (NYPD) dalam rangka sharing intelligence information dan combating crimes di kantor The High Intensity Drug Trafficking Areas (HIDTA) NYPD.

“Peningkatan kerjasama ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan informasi di kedua negara terkait aksi kejahatan maupun situasi yang terjadi sekarang ini. Tentu hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan “SDM Unggul Indonesia Maju”,” kata Kapolda Bali di Denpasar, Minggu (15/9/2019) usai menghadiri peningkatan kerjasama dibidang intelijen antara Polri dan New York Police Departement (NYPD).

Irjen Golose menjelaskan, berkembangnya pola komunikasi dengan menggunakan sosial media platform diperlukan peningkatan kemampuan dalam penguasaan platform-platform tersebut.

“Di New York ada banyak jenis platform mulai dari yang sangat terkenal hingga yang sangat sulit untuk ditelusuri intellijen,” jelasnya.

Jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini menambahkan, terkait dengan drone di Amerika Serikat, NYPD menjelaskan tentang time line penggunaan drone, keunggulan drone, keunggulan strategi drone dan ancaman drone saat digunakan oleh pelaku kejahatan.

“Di Kota New York dilarang untuk menerbangkan drone, kecuali NYPD. Itu pun digunakan untuk kegiatan kepolisian, seperti pemantauan barang berbahaya. Ini merupakan hal yang menarik dan menjadi perhatian kita karena akhir-akhir ini drone telah digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk melakukan aksi kejahatan, seperti terorisme. Teroris menggunakan drone untuk melakukan pengeboman,“ terangnya.

Kapolda Bali yang menjadi perwakilan Polri ini memaparkan, tiba di HIDTA NYPD, ia berkesempatan meninjau Operation Desk – Command Center. Ruangan ini diisi oleh para analis yang bekerja selama 24 jam.

BACA JUGA:  Selesai Bulan Depan, Pelindo III Pilih Hentikan Proyek di Kawasan Pelabuhan Benoa

Selain menerima berbagai macam data, petugas yang bekerja di Operation Desk – Command Center juga mengontrol aktifitas di Kota New York, termasuk memantau aktifitas di cyber space.

Dari keterangan Commander of International Laisson Program, Lt. John Miedreich, jumlah anggota Kepolisian New York sebanyak 36 ribu personel. Dari 36 ribu tersebut, ada 21.500 personel memiliki kemampuan bahasa selain bahasa Inggris dan juga memiliki pengetahuan geografis dan cultural dari masing-masing negara asalnya. (agw)