Sebulan Menghilang, Nenek Tuprug Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Semak-semak

Jasad Nenek Tuprug ditemukan sudah mengering di semak-semak. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Setelah hampir sebulan menghilang, akhirnya Nenek Tuprug ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh nyaris mengering dalam posisi rebah di rimbunan semak-semak.

Nenek berusia 95 tahun yang memiliki nama lengkap Ni Nengah Tuprug itu, ditemukan seorang pencari madu lebah atau pemasang ‘kungkungan nyawan’ di Dusun Belong dekat Pura Dalem Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem pada Jumat (13/9/2019) siang sekitar pukul 13.00 WITA.

“Jenazah Nenek Tuprug tergolek sekitar 1,5 kilometer dari tempat ditemukannya sejumlah barang milik korban yang tercecer tidak jauh dari rumahnya di tegalan Dusun Lebih, Desa Sebudi,” kata Ketua TRC-IKB RAPI 04 Karangasem Jro Wayan Gede Astika (JZ14GA) saat ditemui di tempat kejadian.

Ia menyebutkan, upaya pencarian yang sempat dilakukan dalam beberapa pekan oleh tim SAR gabungan, tergolong sangat alot dan sulit hingga hasilnya selalu nihil.

Tidak hanya itu, kurang lebih setelah sepekan Nenek Tuprug tidak kunjung ditemukan, pihak keluarga korban sempat menghubungi bahkan mendatangkan sejumlah orang pintar atau balian untuk melakukan penerawangan sebagai upaya pencarian, namun hasilnya nihil juga.

Upaya lain berupa ritual mecaru dan ‘metetawuran’ sesuai petunjuk orang ‘kerawuhan’, juga telah ditempuh pihak keluarga korban sehubungan tim SAR gabungan yang diterjunkan sama sekali tidak menemukan petunjuk ke arah pergi atau menghilangnya sang nenek tersebut, ucapnya.

Jro Wayan Gede Astika mengungkapkan, yang pertama kali menemukan Nenek Tuprug adalah seorang pencari madu lebah atau ‘pemikat kungkungan nyawan’. Ketika ditemukan, wanita berusia 95 tahun itu dalam keadaan tidak bernyawa dan terbaring kaku dengan tubuh yang nyaris mengering di rimbunan semak-semak.

BACA JUGA:  Tingkatkan PAD, Dewan Minta Optimalkan Aset Pemkab Tabanan

“Yang jelas, jenazah almarhumah ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari tempat ditemukannya sandal, anduk dan sebungkus kue milik korban. Tidak jauh dari  Pura Dalem di Desa Sebudi,” ujar Jro Wayan.

Mengenai kronologis hilangnya Nenek Tuprug, diceritakan bahwa pada 15 Agustus lalu sekitar pukul 12.00 WITA, wanita itu berpamitan ke tegalan guna mencari rumput dan dedaunan kaliandra untuk pakan ternak piaraannya.

Meski usianya sudah tergolong renta, namun seperti biasa Nenek Tuprug masih mampu untuk mengambil pakan ternak yang banyak tumbuh di tegalan belakang rumahnya. Namun setelah kepergiannya, hingga larut malam tidak kunjung pulang ke rumah.

Keluarga pun akhirnya berupaya mencari ke sana ke mari, namun hingga lewat tengah malam tidak juga berhasil menemukan Nenek Tuprug. Akhirnya, pihak keluarga melapor ke pihak kepolisian setempat.

Tim SAR gabungan yang menyusul melakukan upaya pencarian termasuk dengan mengerahkan anjing pelacak ke lokasi-lokasi yang diduga telah membuat Nenek Tuprug tersesat hingga tak bisa pulang ke rumah, hampir lebih dari dua pekan mengubek rimbunan semak belukar, tidak juga membuahkan hasil yang diharapkan.

Sehubungan dengan tidak ditemukannya petunjuk atau tanda-tanda yang mengarah tentang keberadaan korban, akhirnya tim SAR gabungan yang juga dibantu puluhan warga setempat, memutuskan untuk menghentikan upaya pencarian.

Namun demikian, di luar dugaan seorang pencari madu lebah tiba-tiba menemukan Nenek Tuprug tergolek kaku dan tubuhnya nyaris mengering dalam keadaan sudah tak lagi bernyawa di Dusun Belong, Desa Sebudi.  (ist)