Melawan saat Ditangkap, Polisi Tembak Residivis yang Kerap Lakukan Pencurian

Pelaku pencurian diamankan polisi. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Made Rai Suastika (22) seorang pelaku pencurian hanya bisa merintih kesakitan usai betis kaki kanannya diterjang timah panas petugas. Dia ditembak karena berusaha kabur saat hendak ditangkap polisi.

“Tersangka kami buru karena sebelumnya melakukan aksi pencurian di sebuah rumah di daerah Sanur,” terang Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Sabtu (14/9/2019) di Denpasar.

Penangkapan terhadap pelaku berawal adanya laporan aksi pencurian di rumah nomor 7G di Jalan Tunggak Bingin Blok J Sanur, Denpasar Selatan, Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 09.00 WITA.

Di rumah kosong karena penghuninya tengah bekerja tersebut, pelaku menjarah barang-barang berupa 1 buah laptop merk Maxbook Air warna silver, 1 buah jam jangan, 1 buah handphone, 1 buah camera, 1 buah lensa camera, sejumlah uang, cincin, dan 1 tas gendong.

Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali yang melakukan penyelidikan di lapangan memperoleh informasi bahwa pelakunya mempunyai ciri-ciri kurus dan berkulit hitam. Informasi dikembangkan dan identitas pelaku mengarah kepada I Made Rai Suastika alias Rai.

“Dari data yang kita punya, pelakunya dipastikan resedivis spesialis rumah kosong dan Villa,” beber Kombes Andi Fairan.

Sehari kemudian, petugas memperoleh informasi bahwa ada seseorang menawarkan laptop Maxbook Air dan jam tangan di kawasan Monang-maning, Denpasar Barat. Petugas kemudian melakukan pengintaian dan melihat terduga pelaku melintas di Jalan Mahendradata, Denpasar Barat, Kamis (12/9/2019) sekitar pukul 15.00 WITA.

Tanpa buang waktu, petugas lalu mengejar dan mengamankan Suastika. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan Maxbook Air, jam tangan dan camera di tas gendong yang dibawa pelaku. Barang-barang tersebut sesuai yang dilaporkan hilang di rumah di Jalan Tunggak Bingin Sanur.

Sambil menahan sakit, tersangka mengaku sebelumnya juga beraksi di sejumlah TKP setelah bebas dari Lapas Kerobokan atas kasus pencurian.

“Barang bukti sudah kita amankan, dan pelaku masih diperiksa untuk mendalami kasus-kasus yang lainnya,” jelas perwira dengan tiga melati di pundak ini. (agw)