Perahu Nelayan Dihantam Ombak, 1 Orang Selamat dan 1 Meninggal di Rumah Sakit

Ilustrasi perahu nelayan diterjang ombak. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dua orang nelayan bernama I Nyoman Najo (49) dan I Wayan Kuwanti (53) asal Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan, Kabupaten Tabanan, dilarikan ke rumah sakit usai terseret arus saat melaut mencari ikan.

“I Wayan Kuwanti meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Wisma Prasanthi Tabanan, sementara Nyoman Najo diperbolehkan pulang dan hanya rawat jalan,” terang Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta kepada awak media, Sabtu (7/9/2019) di Tabanan.

Peristiwa naas yang dialami korban berawal saat keduanya berangkat dari Pantai Yeh Gangga tepatnya sebelah selatan Waka Gangga Hotel untuk melaut, Jumat (6/9/2019) sekitar pukul 06.00 WITA. Masing-masing membawa perahu sendiri.

Sekitar 10 meter dari pinggir pantai atau setelah melewati ombak pertama situasi masih aman. Namun saat akan mempercepat laju mesin perahu, datang ombak besar setinggi kurang lebih 2,5 hingga 3 meter menghantam sehingga perahu terbalik dan kedua nelayan jatuh dan terseret ke tengah laut.

Kedua korban masih sempat mengambil pelampung miliknya yang mengapung di laut dan berusaha berenang ke pinggir. Setelah kurang lebih 30 menit berenang, keduanya sampai di pinggir pantai dan ditolong oleh beberapa nelayan yang sudah menunggu.

“Oleh nelayan setempat keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Wisma Prasanthi Tabanan,” jelas Kasubbag Humas.

Nyoman Najo mengaku sakit di bagian dada dan pusing kepala. Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 2 jam, korban diperbolehkan untuk pulang dan hanya menjalani rawat jalan.

Naas bagi I Wayan Kuwanti. Ia tidak sadarkan diri dan dari keterangan dokter di dalam paru-paru korban terdapat air sehingga harus dikeluarkan. Meski tubuh korban dipasangi peralatan serta menjalani perawatan intensif di Ruang ICU Rumah Sakit Wisma Prasanthi Tabanan, korban meninggal dunia dalam perawatan pada pukul 17.00 WITA.

Sementara atas kejadian tersebut perahu kayu milik Nyoman Najo rusak berat sehingga korban mengalami kerugian kurang lebih Rp13 juta. Sedangkan perahu milik Wayan Kuwanti yang terbuat dari bahan fiber hanya rusak ringan. (agw)