Bupati Bengkayang, Kalbar Terjaring OTT KPK

Bupati bengkayang Suryadman Gidot. (foto : aksi.id)

Beritabalionline.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menangkap Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat Suryadman Gidot dalam operasi Tangkap tangan (OTT). Penangkapan diduga berkaitan dengan suap sejumlah proyek di Kabupaten Bengkayang.

Berdasarkan laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Suryadman yang diakses melalui situs e-lhkpn.kpk.go.id, Suryadma memiliki harta dengan nilai Rp3 miliar. Suryadman melaporkan hartanya pada 28 Maret 2019.

Untuk harta tidak bergerak, Suryadman memiliki tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Bengkayang. Total nilai tanah dan bangunan milinya senilai Rp.678.500.000.

Sedangkan untuk harta bergerak, Suryadma tercatat memiliki mobil Toyota Rush tahun 2007, Mobil Toyota Vios tahun 2010, dan motor merk Kawasaki tahun 2014 dengan nilai total Rp204.500.000.

Untuk harta bergerak lainnya mencapai total Rp 47.267.000. Suryadman juga tercatat memiliki kas atau setara kas lainnya mencapai Rp1.581.893.111. Namun, Suryadma memiliki utang mencapai Rp 906.780.332.

Sehingga, total kekayaan Suryadma mencapai Rp3.091.057.921.

Sebelumnya, tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Tujuh orang yang diamankan yakni Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkayang, Obaja, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Bengkayang Aleksius, dan pihak swasta.

Saat ini, Bupati Bengkayang dan empat orang lainnya sudah berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani proses pemeriksaan intensif. Sementara dua orang lainnya, sedang dibawa dari Pontianak ke Jakarta.

“5 orang termasuk Bupati, pejabat Pemkab lain sudah di KPK. 2 lainnya dibawa pagi ini ke KPK dari Pontianak. Mereka sedang proses pemeriksaan secara intensif,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (4/9).

BACA JUGA:  Sering Dituduh Antek Asing, Jokowi Curhat sama Ulama

Selain mengamankan tujuh orang, tim juga menyita uang ratusan juta rupiah dari opersi senyap di Bengkayang. Uang tersebut diduga bukti suap terkait pengurusan proyek di Bengkayang. (itn)