Geger Penemuan Granat Sesaat Sebelum Pelantikan Anggota DPRD Bali

Granat yang ditemukan di Pos Satpam Gedung DPRD Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pelantikan anggota DPRD Bali sempat diwarnai penemuan granat di dekat Pos Satpam Gedung DPRD Bali, di Kompleks Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (2/9/2019) pagi. Tim penjinak bom yang diturunkan berhasil mengamankan granat yang bagian luarnya sudah berkarat tersebut.

Tim Jihandak Satbrimob Polda Bali mengamankan sebuah granat jenis nanas ketika melakukan sterilisasi sesaat sebelum berlangsungnya pelantikan anggota DPRD Provinsi Bali periode 2019-2024.

“Hasil pemeriksaan, barang tersebut merupakan granat tangan fragmentasi, kondisinya berkarat, tanpa pemicu, dan tidak aktif,” kata sumber di lapangan, Senin (2/9/2019) malam.

Informasi yang dirangkum di lapangan menyebutkan bahwa granat yang sudah berkarat tersebut ditemukan tergeletak tidak jauh dari pos satpam pintu keluar Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (2/9/2019) sekitar pukul 05.20 WITA.

Usai dilakukan penjinakan secara manual, granat yang dikatakan untuk granat latihan ini kemudian dibawa ke Pospol Renon tidak jauh dari Gedung DPRD Provinsi Bali.

Sementara dikonfirmasi secara terpisah Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja membenarkan penemuan granat tersebut, dan menerangkan, 617 personel gabungan Polda Bali yang terlibat Operasi Mantap Brata disiagakan untuk mengamankan pelantikan anggota DPRD Provinsi Bali.

“Selama sterilisasi berlangsung, ditemukan barang yang dicurigai sebagai bom atau handak menyerupai granat,” terang Hengky, Senin (2/8/2019) petang.

Hengky juga mengatakan bahwa saat ini granat tersebut sudah diamankan di dalam bom blanket. Kemudian dilakukan penguraian secara manual menggunakan toolkit.

“Hasil penguraian, di dalam granat terdapat bubuk seperti pasir. Tidak terdapat detonator pada bagian dalam granat, melihat dari hasil penguraian bahan peledak sudah tidak aktif,” ujar Hengky.

BACA JUGA:  Gempa Tektonik Guncang Bali, Lombok, Sumbawa Barat dan Jawa Timur

Untuk langkah selanjutnya pihak kepolisian, berkoordinasi dengan labfor untuk melihat bubuk pasir tersebut dan juga berkoordinasi dengan Dit Krimum Polda Bali untuk melaksanakan olah TKP.

Sementara dari keterangan saksi bernama I Kadek Manuyasa (35) yang merupakan tukang kebun, granat tersebut kurang lebih satu minggu sudah ditemukan namun dibiarkan.

“Barang tersebut (granat) sudah ditemukan kurang lebih 1 minggu yang lalu namun dibiarkan,” demikian Kombes Hengky. (agw)