Bule Australia yang Menjambret Warga Negara Belanda Terancam 7 Tahun Penjara

Matthew Richard Woods (kiri) yang melakukan aksi penjambretan. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Bule Australia bernama Matthew Richard Woods yang melakukan aksi pencurian dengan kekerasan alias menjambret, Senin (2/9/2019) diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Dalam sidang, pria berusia 24 tahun itu didampingi pengacara HM Rifan dan kawan kawan.

Sidang yang dipimpin Hakim Ni Made Purnami itu masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Nyoman Triarta Kurniawan.

Dalam dakwaan, Richard didakwa melakukan tindak pidana dengan sengaja mengambil barang yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud dimiliki secara melawan hukum yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Dalam dakwaan disebutkan, kasus yang menyeret terdakwa hingga sampai ke meja hijau ini terjadi pada Rabu, 19 Juni 2019 sekira pukul 22.30 WITA di Jalan Lingkar Nelayan, Desa Canggu, Kabupaten Badung.

Berawal saat saksi korban, Soraya Dergam bersama Sophie Emma Bius yang kedua merupakan warga negara Belanda sedang berjalan yang kemudian dihampiri oleh terdakwa yang berboncengan dengan Dean (DPO).

“Terdakwa lalu memperkenalkan diri kepada korban dan mengatakan bahwa dia berasal dari Australia. Selain itu terdakwa juga berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh saksi korban,” terang jaksa dalam dakwaannya.

Selepas itu, terdakwa yang dibonceng oleh Dean menarik tas milik korban dan langsung pergi meninggalkan korban. Saat itu saksi korban sempat mengejar, namun tidak berhasil.

Tangisan korban didengar oleh saksi I Wayan Sumerta Yasa alias Pak Sayur dan beberapa orang lainnya yang setelah mengetahui kejadian langsung mengejar terdakwa.

Saat tiba di Jalan Nelayan, saksi Pak Sayur melihat Dean bersama terdakwa berada di atas motor. Saat itu pula saksi berteriak jambret yang didengar oleh Ahmad Riandin dan langsung menghadang terdakwa.

Setelah menangkap terdakwa, saksi yang dibantu oleh warga langsung menggeledah terdakwa. “Namun saat itu saksi tidak menemukan apa apa pada diri terdakwa,” terang jaksa Kejari Badung itu dalam dakwaannya.

Saksi Pak Sayur lalu kembali menemui korban. Tidak berselang lama saksi mendapat kabar, tas milik korban ditemukan oleh I Made Alit Widana di Jalan Paping atau tepatnya di depan The Wina Homestay tidak jauh dari terdakwa jatuh saat ditangkap warga.

Atas dakwaan itu, HM. Rifan, kuasa hukum terdakwa menyatakan tidak mengajukan eksepsi. “Kami tidak mengajukan eksepsi yang mulia,” tegas Rifan. Dengan demikian, sidang pekan depan akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. (sar)