Polresta Denpasar Tangkap 9 Kurir Narkoba, Salah Satunya Manager Karaoke

Barang bukti narkoba yang diamankan Polresta Denpasar dari para tersangka. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar panen besar. Selama beberapa pekan terakhir Satuan Reserse Narkoba Polresta meringkus sebanyak 32 orang tersangka baik pengguna maupun kurir narkoba.

“Dari 32 orang tersangka yang diamankan, 23 orang menjadi pengguna dan 9 orang kurir narkoba, salah satu tersangka merupakan residivis,” beber Kapolresta Denpasar saat ekspose pengungkapan, Jumat (30/8/2019) di Mapolresta Denpasar.

Para tersangka yang ditangkap di lokasi serta waktu berbeda ini turut dipajang saat ekspose kasus di lapangan depan lobby Mapolresta Denpasar. Sama seperti sebelum-sebelumnya, petugas juga merantai kaki dan tangan tersangka.

“Selain warga Indonesia, ada dua warga asing yang turut diamankan yaitu satu orang warga negara Jerman dan satu orang warga Tionghoa,” jelas Kapolresta.

Selain memamerkan tersangka, dalam penangkapan yang melibatkan Satgas CTOC Polda Bali ini, petugas juga menunjukkan barang bukti hasil tangkapan berupa sabu seberat 170,53 gram, ekstasi 11 butir dan ganja seberat 38,10 gram.

Kombes Ruddi menyebut, dari hasil pemeriksaan, 9 orang kurir tersebut mengaku telah menjalankan aksinya sejak tiga bulan terakhir. Sementara saat dicecar penyuplai barang, pelaku rata-rata mengatakan barang diperoleh dari orang tidak dikenal.

Yang menarik, salah satu tersangka yang turut dirantai tangan dan kakinya saat ekspose di Polresta Denpasar yakni manager sebuah tempat hiburan malam di seputaran Jalan Dipenogero, Denpasar Barat, Muhammad Iqbal Dimas (35).

Kasat Resnarkoba AKP Mikael Hutabarat saat ditanya mengatakan, untuk sementara pihaknya belum menemukan adanya peredaran narkotika di tempat hiburan malam tersebut.

“Test urinenya (Iqbal) negatif. Sejauh ini belum ada indikasi dia mengedarkan barang di Royal. Tapi dia mengaku kadang dimintai tolong temannya yang dikenal untuk mengambilkan barang, transaksinya di luar, tidak di sana,” kata Kasat.

Sementara terhadap 9 tersangka kurir narkoba yang ditangkap, polisi mengenakan pasal 112 ayat (2) UU.RI.No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

Sedangkan para pengguna dikenakan pasal 111 (1) UU.RI.No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar. (agw)