Gara-gara Sabu, Remaja 19 Tahun Asal Lombok Tengah Dituntut 13 Tahun

Terdakwa Tuza Semara Nata di persidangan PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Pria asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuza Semara Nata yang diadili karena kedapatan memiliki 21 paket sabu dengan berat 15,10 gram dalam sidang yang digelar di PN Denpasar, Kamis (29/8/2019) dituntut 13 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pegy Ellen Bawengan dalam amar tuntutanya menyatakan, remaja 19 tahun ini terbukti bersalah melawan hukum karena memiliki dan menyimpan serta menyediakan narkotika sebagai perantara.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 tentang narkotika. “Memohon kepada majelis hakim menjatuhkan hukuman selama 13 tahun penjara,” sebut Jaksa dalam sidang yang digelar di ruang Kartika, PN Denpasar.

JPU tidak hanya menjatuhkan hukuman fisik kepada terdakwa, ia juga dikenakan kewajiban membayar denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara.

Diterangkan Jaksa bahwa terdakwa diamankan Sabtu 11 Mei 2019 sekitar pukul 23.00 Wita. Dimana saat itu terdakwa sedang melakukan tempelan, di Gang Mujahir Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan.

“Dari tangkapan pertama, terdakwa diminta kembali untuk memgambil lokasi tempat melakukan tempelan di jalan Tukat Barito, Renon,” sebut Jaksa.

Terdakwa sendiri mendapat tugas sebagai tukang tempel setelah perkenalannya dengan seseorang yang diketahui bernama Dino (DPO). Saat itu dirinya dimita untuk mengambil sembayak 28 paket.

Dimana enam paket sudah dilakukan penjualan dan dan dua paket lagi berhasil diamankan saat melakukan tempelan.

“Seluruhnya yang berhasil diamankan ada 21 paket. Satu paket lagi telah digunakan sendiri dan masih ada pada tabung kaca sisa pembakaran,” ungkap Jaksa Peggy. (sar)

BACA JUGA:  Usai Periksa Jerinx, Polisi akan Gelar Perkara untuk Proses Hukum Selanjutnya