PSI Buat Gerakan Ganti Pin Emas Anggota DPRD

Koordinator Gerakan Ganti Pin Emas, Rian Ernest. (foto : Merdeka.com)

Beritabalionline.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuat Gerakan Ganti Pin Emas (Gemas). Menurut PSI, pin lambang kenegaraan dari bahan emas yang dianggarkan untuk beberapa anggota DPRD provinsi, kabupaten, kota adalah bentuk pemborosan dan efisiensi anggaran.

“Kami membentuk pernyataan sikap dengan gerakan ganti pin emas diganti dengan kerja emas atau disingkat gemas,” kata Koordinator Gemas, Rian Ernest saat jumpa pers di kantor PSI, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Dia mengungkapkan, pengadaan pin emas ini tidak memiliki pijakan argumentasi yang jelas dalam berbagai aspek dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kinerja dewan.

“Aspek paling utama misalkan secara hukum tidak ada kewajiban di peraturan undang-undang mana mewajibkan pin tersebut harus berbahan dari emas,” ucapnya.

Ernest menuturkan, berbagai lembaga survei sepanjang tahun 2017-2019 menunjukkan kepercayaan publik terhadap lembaga DPR dan DPRD sangat buruk, bahkan menempatkan lembaga wakil rakyat pada tingkat terendah bila dibanding lembaga kepresidenan, kepolisian, TNI dan KPK.

“Apalah arti pin emas jika kerjanya berkarat,” ujar dia.

Dia menambahkan, pin emas terbukti tidak menjadi ukuran bahwa wakil-wakil rakyat bisa bekerja lebih baik. Terbukti dari kinerja buruk DPR RI dan DPRD seluruh Indonesia menjalankan tugas pokok mereka dalam hal legislasi, pengawasan dan penganggaran.

“Pin emas, kerja loyang,” ujar mantan staf Basuki Tjahja Purnama itu.

 

Rp50.000

Pada bagian Rian Ernest mengatakan, PSI menjual pin berbahan kuningan untuk anggota DPR RI dan DPRD. Hal tersebut untuk mengganti pin emas anggota dewan yang dinilai mereka sebagai pemborosan anggaran. Pin berbahan kuningan itu dijual dengan harga Rp50.000 perbuah.

“Jadi harganya jauh lebih murah dari pin emas yang estimasinya Rp5 juta perbuah, beda nol nya ada dua ya di situ, 50.000 dengan Rp5 juta,” katanya.

BACA JUGA:  Penggunaan Masker Jadi Kunci Pencegahan Penularan COVID-19 Melalui Udara Pada Ruang Tertutup

Bagi yang membutuhkan, dia mengungkapkan, pihaknya bisa mengirimkan contoh pin di daerah masing-masing ke email sekretariat @psi.id atau menghubungi Saudara Iman melalui telepon dan WhatsApp di nomor 082114379688.

Seluruh dana yang terkumpul dari pemesanan Rp50.000 itu akan disumbangkan ke kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan. PSI mengajak semua unsur-unsur politik supaya lebih sensitif terhadap masalah di masyarakat.

“Enggak perlu pin berbahan emas cukup berbahan kuningan, hasilnya pun bukan untuk kami, untuk masyarakat,” jelasnya.

Ernest menambahkan, Gemas adalah langkah awal supaya wakil rakyat peka terhadap pemborosan anggaran publik. PSI mengajak kepada wakil rakyat di seluruh Indonesia untuk menunjukkan kinerja besarnya pada kepentingan rakyat.

“PIN boleh karatan, tapi kinerja dan pengabdian pada negara dan bangsa ini tidak boleh berkarat,” pungkasnya. *itn