Panglima TNI Dialog dengan Masyarakat Adat Papua, 2 Prajurit TNI Diperiksa Terkait Rasisme

Panglima TNI dan Kapolri dialog dengan Masyarakat Adat Papua. (foto : net)

Beritabalionline.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian melakukan dialog tatap muka dengan perwakilan masyarakat adat Papua di Biak, pada Selasa (27/8/2019) untuk mendengar aspirasi rakyat terkait dengan situasi stabilitas keamanan pascademo damai, 20 hingga 22 Agustus 2019.

Rombongan Panglima TNI bersama Kapolri bersama para asisten panglima serta Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa disambut tarian adat Wor dan pengalungan tas adat dilakukan Koordinator Lembaga Musyawarah Adat Teluk Saereri David Rumansara.

Panglima TNI dan Kapolri dengan masyarakat adat digelar tertutup untuk wartawan berlangsung di ruang VIP Room Base Ops Lanud Manuhua Biak.

“Saya datang untuk dialog tatap muka dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk memberikan masukan terhadap aksi rasisme mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang serta situasi kamtibmas di Biak Supiori,” ungkap Kepala Suku Supiori Mananwir Stev Sarakan sebelum dialog.

Melalui hasil dialog, dia berharap, dapat memberikan informasi dan jaminan keamanan di Papua dalam rangka kesinambungan program pembangunan di Biak dan Supiori.

Pada kesempatan itu Panglima TNI juga menegaskan, dua prajurit TNI di Surabaya, Jatim telah menjalani pemeriksaan terkait dengan aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua.

“Satu prajurit menjabat Danramil Surabaya 0831/02 Tambaksari Mayor Inf NHI dan satu Babinsa masih sedang menjalani pemeriksaan,” tegas Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjawab Antara dalam konferensi pers seusai dialog dengan masyarakat adat Papua di ruang VIP Base Lebih Manuhua, Biak.

Ia mengatakan, kedua prajurit TNI AD hingga sekarang masih berstatus terperiksa karena diduga mereka tidak patuh dalam menjalankan tugasnya sehingga menimbulkan aksi ujaran rasisme.

Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan, sekecil apapun kesalahan dibuat prajurit, jika terbukti akan dikenakan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku.

“Prajurit TNI harus patuh dengan tugas ketika berdinas, ya jika melanggar kepatuhan bertugas pasti diberikan sanksi,” tegas Panglima TNI Marsekal Hadi.

Ikut mendampingi Panglima TNI dan Kapolri, di antaranya Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf A. Rodja, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, pati Mabes Polri Irjen Pol. Paulus Waterpauw, Pangkoopsau III Marsda TNI Andyawan Martono P., Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, dan Bupati Supiori Jules F. Warikar, Danlanud Manuhua Marsma TNI Daan Sulfi, dan Pangkosek IV Hanudnas. *itn