Hentikan Proyek Reklamasi Pelabuhan Benoa, Koster Banjir Pujian

Prof. Dr. I Made Surada, MA. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kebijakan Gubernur Bali I Wayan Koster memberhentikan proyek reklamasi di areal seluas 85 hektare di sekeliling Pelabuhan Benoa oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III diapresiasi sejumlah kalangan.

Salah satunya adalah Guru Besar Ilmu Bahasa Sanskerta IHDN Denpasar, Prof. Dr. I Made Surada, MA. Wakil Rektor I IHDN Denpasar ini mengatakan, penghentian pengurukan wilayah laut yang telah menyebabkan hancurnya ekosistem bakau seluas 17 hektar serta memicu terjadinya sejumlah pelanggaran adalah langkah tegas yang secara nyata “berani” diputuskan oleh seorang pemimpin Bali.

Sebab, di dalam kehidupan orang Bali mengenal slogan “Seken, Saje, Bani”. Dan saat ini slogan tersebut telah dilaksanakan oleh Gubernur Koster yang berani menghentikan proyek reklamasi di areal Pelabuhan Benoa.

“Slogan orang Bali ‘Seken, Saje, Bani’ telah dilaksanakan oleh Pak Koster. Beliau telah berani secara tegas menghentikan proyek reklamasi di Pelabuhan Benoa. Itu pertanggungjawaban beliau selaku umat dan ketegasan beliau selaku pemimpin untuk membuat Bali ini menjadi kuat dan utuh kembali sesuai dengan kejatiannya,” ujar Prof. Surada, Senin (26/8/2019) di Denpasar.

Dijelaskan, dalam Agama Hindu laut merupakan tempat yang disucikan dan disakralkan, sehingga dimasukkan dalam program “Sad Kerthi Loka Bali”. Karena disucikan, seharusnya keberadaan laut tidak boleh diutak-atik dengan alasan dan tujuan apapun.

Sebab, apabila keseimbangan laut terganggu, maka akan menimbulkan dampak secara sekala dan niskala.

“Laut adalah sumber air yang memberikan kesuburan, sehingga kesucian dan keseimbangannya harus dijaga. Kalau ini (laut pelabuhan Benoa-red) direklamasi dengan tujuan dan poin-poin tersembunyi, maka itu sangat berbahaya untuk kelangsungan hidup,” tuturnya.

“Oleh karena itu, sikap dan ketegasan bapak gubernur harus didukung. Itulah slogan orang Bali ‘seken, saje, bani’,” pungkasnya. (agw)

BACA JUGA:  Pasar Rakyat Timbulkan Kerumunan di Kuta Dibubarkan