Peternak Ayam Lokal Keluhkan Masuknya Daging Ayam dari Luar Bali Secara Bebas

Ilustrasi.

Beritabalionline.com – Peternak ayam lokal Bali yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) Bali mengeluhkan bebasnya pengiriman daging ayam beku dari luar Bali.

“Karena setelah dicek kualitas daging kurang bagus, seperti kurang bersih dan masih direndam dengan es, serta diangkut menggunakan mobil pick up,” ungkap Ketua Pinsar Bali I Ketut Yahya Kurniadi, Jumat (23/8/2019) di Denpasar.

Menurutnya, meski masuknya daging ke Bali bebas, pihaknya menuntut agar sesuai dengan perijinan yang berlaku yakni sesuai Pergub No. 6 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Kemitraan dan Perlindungan Usaha Peternakan di Provinsi Bali.

Seharusnya kata Kurniadi, daging yang baik yaitu daging ayam dikirim menggunakan mobil boks berpendingin, sehingga kualitas daging terjamin kebersihan dan kesehatannya.

Tidak hanya itu, Pinsar Bali juga mengeluh dengan adanya daging ayam beku yang masuk ke wilayah Bali dari Jawa, hal ini dirasakan sangat berdampak bagi kelangsungan kehidupan peternak ayam lokal.

“Mengingat daging beku yang dilempar di pasaran dijual dengan harga yang relatif murah,” ucapnya.

Hal lain menurut Ketut Kurniadi, selama ini Karantina yang standby di Pelabuhan Gilimanuk hanya mengecek surat kesehatan dari tempat asal dan surat dari Dinas Peternakan setempat.

Padahal ada satu lagi yang diperlukan yaitu NKP (Nomor Kontrol Veteriner). Dengan adanya NKP, dapat dipastikan daging tersebut layak untuk dikonsumsi.

Pihaknya berharap ke depan ada chek point di Pelabuhan Bali, di mana chek point tersebut seperti Pos Karantina namun berisi staf gabungan dari Dinas Peternakan, Sat Pol PP dan Asosiasi yang khusus mengecek NKP tersebut guna memastikan kelayakan daging. (agw)

BACA JUGA:  DPRD Karangasem Sebut Mutasi Paling Amburadul