Kerusuhan di Papua Meluas, Kantor Dewan Adat dan Pasar Dibakar Massa Demonstran

Kerusuhan di Papua. (foto : SINDOnews)

Beritabalionline.com – Aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan sejak Senin (19/8/2019) lalu di beberapa daerah di Provinsi Papua Barat, kini terus meluas ke beberapa daerah lain seperti Fakfak dan Timika, Rabu (21/8/2019) siang.

Kerusuhan yang pecah di Kabupaten Fakfak berbuntut dengan pembakaran Kantor Dewan Adat dan Pasar Thumburuni yang dibangun dalam dua lantai. Api tampak mulai berkobar di bagian lantai dua, kemudian merembet ke kios-kios dan lapak jualan lainnya yang ada di bangunan pasar.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani membenarkan telah terjadi aksi kerusuhan massa di Fakfak yang berlangsung sejak Rabu pagi.

Ia menyebutkan, aksi unjuk rasa yang memadati sejumlah jalanan di Fakfak sejak Selasa (20/8/2019) lalu, kini berlanjut dengan aksi pembakaran dan perusakan beberapa fasilitas umum, termasuk pasar dan kantor Dewan Adat Papua.

Selain di Fakfak, aksi serupa juga meletus di daerah Timika, Kabupaten Mimika. Aksi yang awalnya hanya gerakan konvoi jalan kaki sambil membawa poster dan meneriakkan yel-yel anti-rasial, berbuntut dengan tindak perusakan dan pelemparan-pelemparan.

Massa yang konvoi di sejumlah jalan raya, dilaporkan melempari kendaraan dan beberapa bangunan yang ada di kiri kanan jalan, termasuk merusak beberapa mobil milik polisi.

Tidak hanya itu, konsentrasi massa yang bergerombol di depan Gedung DPRD Mimika juga mulai melempari gedung dewan tersebut dengan batu dan benda keras lainnya.

Menurut beberapa demonstran, mereka melempari gedung dewan setelah kurang sabar menunggu Bupati dan Ketua DPRD Mimika yang diharapkan dapat menemui para demonstran.

Petugas pengamanan terdiri atas unsur TNI dan Polri tampak menghalau massa dari kawasan itu, meski tak luput mendapat serangan batu dari para demonstran yang terlihat semakin beringas.

BACA JUGA:  Gara-gara Kabar Hoaks, Massa Demo Pro dan Kontra Anies Baswedan Nyaris Bentrok

Hingga jelang sore hari waktu setempat, kondisi tampak belum berlangsung kondusif, baik di daerah Fakfak maupun Timika, Kabupaten Mimika. Sementara kekuatan petugas kemananan tampak terus ditambahkan di kedua daerah tersebut. (itn)