SAR Hentikan Pencarian Nelayan Buleleng yang Hilang saat Melaut

Tim Basarnas saat melakukan operasi pencarian nelayan yang hilang. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Lebih dari sepekan nelayan asal Banjar Dinas Celangi Bantes, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng bernama Made Pica (45) yang hilang saat mencari ikan di perairan Buleleng belum juga ditemukan.

“Belum ditemukan,” ucap I Made Junetra, Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) saat dikonfirmasi, Senin (19/8/2019) di Denpasar.

Junetra mengatakan, usai menerima laporan pasca korban dinyatakan hilang, Minggu (11/8/2019) sekitar pukul 03.00 WITA, Basarnas Bali mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Buleleng yang dilengkapi peralatan SAR air untuk mencari korban.

Pencarian awal dilakukan menggunakan rubber boat dengan 3 orang personel menuju utara dari Pantai Bondalem. Namun setelah dilakukan penyisiran korban tidak berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan lainnya dengan menggunakan 3 buah jukung kemudian fokus mencari di seputaran rumpon, di mana posisi korban hilang.

“Tim SAR gabungan berupaya melakukan pencarian namun tidak ditemukan tanda-tanda adanya korban, kemungkinan sementara dia terbawa arus bawah laut. Karena di perairan Buleleng sudah sering kejadian nelayan hilang dan beberapa di antaranya hingga kini belum bisa ditemukan,” paparnya.

Operasi SAR kembali dilanjutkan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Bali, Pol Air Polres Buleleng, Polsek Tejakula, Kelompok Nelayan Arta Bakti Baruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan potensi SAR lainnya melakukan penyisiran.

“Selain terus melakukan pencarian, kita juga berkoordinasi dengan nelayan setempat yang melintas di sekitar perairan tersebut untuk membantu mencari korban,” kata Junetra.

Namun setelah sepekan korban tidak juga ditemukan, operasi pencarian nelayan yang hilang saat mencari ikan di perairan Buleleng dihentikan.

“Sudah lebih dari tujuh hari dan tidak ada tanda-tanda keberadaan korban. Jadi sesuai dengan SOP, operasi SAR dihentikan,” jelas Made Junetra.

BACA JUGA:  Loncat dari Lantai Empat Bangunan Kosong, Bule Prancis Tewas Terkapar

Sebelumnya diberitakan, Made Pica bersama dua orang rekannya berangkat dari Pantai Sang Bingin, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng menuju tengah laut dengan menggunakan perahu bermesin dorong, Minggu (11/8/2019) sekitar pukul 03.00 WITA.

Dalam kondisi gelap karena masih dini hari, korban menyelam ke dalam laut untuk memasang tali, sedangkan kedua rekannya berada di sisi lain. Khawatir terjadi sesuatu karena lama korban tidak muncul ke permukaan, keduanya lalu berusaha mencari.

“Korban tenggelam saat memasang tali di rumpon miliknya yang berada di tengah laut, dua rekannya hanya menemukan tali yang dibawa korban mengambang didekat rumpon,” terang Made Junetra. (agw)