Empat Warisan Budaya Denpasar Kembali Ditetapkan Jadi WBTB Indonesia 2019

Salah satu karya budaya usulan Pemkot Denpasar yang ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2019. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah Kota Denpasar kembali menunjukan komitmenya dalam menjaga tradisi, seni dan kebudayaan Bali. Setelah tahun lalu empat karya budaya dari Kota Denpasar berhasil ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, tahun ini Kota Denpasar kembali mengusulkan empat karya budaya untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda secara nasional.

Keempat usulan tersebut kembali ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2019. Hal ini terungkap dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2019 yang dipimpin Dirut Warisan dan Diplomasi Budaya RI, Nadjamudin Ramly bersama Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, di Hotel Milenium Jakarta, Kamis (15/8/2019), terang Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram di Denpasar, Jumat (16/8/2019).

Empat karya budaya yang ditetapkan menjadi WBTB Indonesia Tahun 2019 itu, yakni Tradisi Ngaro Banjar Medura Intaran Sanur (adat istiadat dan ritus), Sate Renteng (kemahiran, adat istiadat dan ritus), Legong Binoh (seni pertunjukan), dan Janger Kedaton sumerta dan Pegok Sesetan (seni pertunjukan).

Sebelumnya, di tahun 2018 lalu, empat karya budaya asal Kota Denpasar juga telah ditetapkan sebagai WBTB Nasional. Yakni Tari Baris Wayang ( Banjar Lumintang) sebagai seni pertunjukan, Tari Baris Cina (Desa Renon dan Sanur) sebagai seni pertunjukan, Basmerah (Desa Taman Poh Manis) sebagai adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan di Desa Taman Poh Manis, dan Tradisi Ngerebong (Desa Kesiman) sebagai adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan.

Hadir dalam kesempatan tersebut sebagai delegasi Kota Denpasar Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram, Kabid Cagar Budaya Disbud Kota Denpasar, I Ketut Gede Suaryadala, I Gede Anom Ranuara, AA Ekayadnya, IG Bagus Supartama, dan Dewa Gede Yadhu Basudewa.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Tinjau 'Sport Tourism' yang Dibangun dengan Dana Desa

Bagus Mataram didampingi Kabid Cagar Budaya, I Ketut Gede Suaryadala mengatakan, penetapan empat tradisi dan kebudayaan asli Denpasar ini merupakan angin segar bagi inventarisasi dan pelestarian seni dan budaya di Kota Denpasar. Dimana, setahun sebelumnya Kota Denpasar juga sukses mendaftarkan empat karya budaya khas untuk ditetapkan menjadi WBTB Indonesia.

“Sehingga, kedepanya tidak ada lagi klaim sepihak atas seni budaya asli Indonesia khusnya yang berasal dari Bali dan Kota Denpasar,” kata dia.

Ditambahkan, setelah ditetapkan menjadi WBTB Indonesia tahun 2019, nantinya keempat WBTB asal Denpasar ini akan terus dikawal sehingga mampu menjadi WBTB di tingkat Internasional yang ditetapkan oleh UNESCO.

“Kita patut bersyukur dengan ditetapkannya kebudayaan dan tradisi asli Denpasar masuk dalam WBTB Indonesia. Kedepannya tradisi dan kebudayaan lainya akan tetap kita perjuangkan untuk dapat masuk dalam WBTB Indonesia dan portal inventaris nasional,” demikian Bagus Mataram. (tra)